LombokPost-Realisasi investasi hingga awal Agustus di Lombok Timur (Lotim) didominasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu terlihat dari penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang mencapai 5.300.
“Dari 5 ribu lebih NIB ini, total kemampuan modal yang dimiliki hampir Rp 2,3 triliun. Nah, ini menunjukkan sisi positif. Penguatan ekonomi lokal menjadi fondasi utama yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional, termasuk yang non-UMK,” terang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim Sosiawan Putraji saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8).
Tingginya capaian penerbitan NIB karena DPMPTSP Lotim terus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya legalitas berusaha. Setiap usaha harus tercatat secara sah agar memiliki kepastian dan tidak menimbulkan keraguan dalam menjalankan usaha.
Baca Juga: SMKPPN Mataram Cetak UMKM Muda dan Petani Milenial NTB dari Desa Wisata Bilebante
“Ini cukup besar pengaruhnya,” katanya.
Pada sisa tahun 2026, seluruh pelaku usaha di Lotim diharapkan dapat didata dan difasilitasi dalam proses perizinan.
Langkah itu dilakukan agar pelaku usaha memiliki legalitas yang sah dan lebih mudah menjalankan usahanya.
Sementara dari sektor usaha yang lebih besar, sejumlah investor mulai tertarik berinvestasi di Lotim. Salah satunya pada sektor pariwisata di Sembalun dan Jerowaru yang memiliki potensi cukup bagus.
“Pariwisata salah satu andalan kita. Harapan kita, satu saja maju, maka multiplier effect-nya luar biasa,” katanya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Gencarkan Perlindungan Merek UMKM di Sumbawa Barat, Gandeng PT Amman dan Polres
Sosiawan menegaskan, beberapa investor telah menyatakan minat dan keseriusan untuk berinvestasi. Saat ini, mereka tengah menyusun masterplan.
Namun, DPMPTSP Lotim belum melakukan audiensi terkait tindak lanjut masterplan yang telah disusun.
Selain itu, melalui sejumlah pertemuan dan ajang seperti Sasambo Investment Challenge, DPMPTSP Lotim telah menyampaikan potensi pariwisata Lotim untuk dikembangkan. Salah satunya potensi pulau-pulau kecil.
“Artinya, untuk sektor pariwisata kita siap gelar karpet merah untuk melakukan investasi. Potensi wisata kita tidak kalah hebatnya dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Kita sudah membuat konsep sampai dengan bagaimana mengelola pulau-pulau kecil,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim Baiq Farida Apriani mendorong pelaku UMKM baru mengurus legalitas usaha. Mulai dari NIB, sertifikat halal, dan legalitas lainnya. Langkah itu diperlukan agar produk yang dihasilkan berkualitas dan berdampak terhadap penjualan.
“Kami melihat akhir-akhir ini memang banyak sekali pelaku UMKM baru yang bermunculan, terutama saat Car Free Day (CFD) dan bazar UMKM lainnya,” terang Farida.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post