Dapodik Jadi Kunci Revitalisasi Sekolah

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:01 WIB
BELAJAR DI MUSALA: Siswa Kelas II SDN 1 Jurit Baru saat belajar di musala warga karena tidak memiliki kelas
BELAJAR DI MUSALA: Siswa Kelas II SDN 1 Jurit Baru saat belajar di musala warga karena tidak memiliki kelas

LombokPost-Banyak sekolah di Lombok Timur (Lotim) masih kekurangan ruang kelas. Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim menemukan sekolah yang menggunakan musala sebagai ruang belajar.

Kepala Dinas Dikbud Lotim M Nurul Wathoni mengakui, selain mengalami kerusakan berat, sejumlah sekolah juga kekurangan ruang kelas. Untuk sementara, sekolah diminta memanfaatkan ruang yang tersedia sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

“Untuk sementara kami harapkan untuk menggunakan yang ada dulu sebagai kelas, sambil kita lihat seperti apa nanti ke depannya,” terang Kepala Dinas Dikbud Lotim M Nurul Wathoni, Jumat (7/8).

Baca Juga: Melihat Kondisi Belajar Mengajar di SDN 1 Jurit Baru, Siswa Belajar di Kelas Sementara, Musala hingga Terapkan Sistem Shift

Selain penanganan melalui pemerintah daerah, Wathoni meminta seluruh sekolah memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Terutama sekolah yang memiliki ruang kelas rusak. Pembaruan Dapodik diperlukan agar sekolah bisa mendapatkan dana revitalisasi dari kementerian.

“Kalau Dapodiknya tidak pernah diperbarui, susah juga untuk mendapatkan dana revitalisasi. Tahun ini yang banyak dapat revitalisasi itu daerah Masbagik dan Kotaraja," katanya.

Tahun ini, sebanyak 130 sekolah di Lotim mendapatkan revitalisasi. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2025 yang hanya mencapai 60 sekolah. Sekolah penerima bantuan revitalisasi 2026 diajukan pada Oktober 2025. Sementara usulan revitalisasi 2027 akan diajukan pada Oktober 2026.

Baca Juga: Tak Melulu soal Belanja, AC Milan Perlu Belajar Gercep Merelakan dan Menjual Pemain

Masih banyak sekolah yang belum mendapatkan bantuan revitalisasi karena Dapodik tidak pernah diperbarui.

 Kendala lainnya berkaitan dengan luas lahan maupun lahan yang belum memiliki sertifikat.

“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan dari wakil DPR-RI beberapa waktu lalu, bisa membantu dan memperjuangkan sekolah-sekolah di Lotim untuk bisa mendapatkan revitalisasi tahun 2027 mendatang," harapnya.

Salah satu sekolah yang masih mengalami kekurangan ruang kelas adalah SDN 1 Jurit Baru. Kepala SDN 1 Jurit Baru Marlin mengatakan, sekolah memiliki 267 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel).

Baca Juga: Atap Bocor Ganggu Belajar Siswa SMP Satap 4 Jerowaru Lombok Timur

Namun, jumlah siswa tidak sebanding dengan ruang kelas yang tersedia. Sekolah hanya memiliki enam ruang kelas.

Untuk menyiasati kekurangan ruang, sekolah membuat dua kelas sementara dari kalsiboard. Dua kelas itu dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat dan iuran guru demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Sekolah juga memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang kelas. Namun, penggunaan perpustakaan berbenturan dengan jadwal membaca siswa. Selain itu, sekolah meminjam musala warga untuk dijadikan ruang kelas. (par/r7) 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
belajar musala Sekolah sekolah rusak kelas