Poltekkes Mataram Gencarkan Edukasi “Pade Tolak Stunting” dan Komik “CAMAR” di Aikdewa

Kimda Farida • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:28 WIB
PENGABDIAN: Tim PkM Poltekkes Kemenkes Mataram memberikan edukasi pencegahan stunting dan anemia kepada kader kesehatan serta remaja calon pengantin di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
PENGABDIAN: Tim PkM Poltekkes Kemenkes Mataram memberikan edukasi pencegahan stunting dan anemia kepada kader kesehatan serta remaja calon pengantin di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

 

LombokPost--Upaya mencegah stunting dan anemia terus digencarkan hingga tingkat desa.

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Mataram melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) menggelar edukasi kesehatan di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu dan Minggu (8–9/8) tersebut menyasar kader kesehatan serta remaja calon pengantin.

Edukasi dikemas lebih interaktif dengan memanfaatkan buku cerita bergambar “Pade Tolak Stunting” dan buku saku komik “CAMAR” (Cegah Anemia Masa Remaja).

Tim PkM dipimpin Maruni Wiwin Diarti, S.Si., M.Kes. bersama Yunan Jiwintarum, S.Si., M.Kes., dan Suhaema, S.ST., M.Si.

Hari pertama, Sabtu (8/8), diisi dengan seremoni pembukaan sekaligus penyerahan paket hibah investasi PkM kepada Pemerintah Desa Aikdewa. Bantuan tersebut diproyeksikan untuk mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Maruni Wiwin Diarti menjadi narasumber edukasi mengenai pencegahan stunting dan anemia.

Baca Juga: 5.000 Kader Meriahkan HKG PKK Mataram, Kinnastri: Pengabdian Tak Boleh Terputus

Materi diberikan kepada kader kesehatan dan remaja calon pengantin dengan menggunakan media edukasi yang telah dikembangkan tim.

Maruni menjelaskan, pendekatan edukasi melalui media yang dekat dengan kelompok sasaran menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan anemia.

“Pesan kesehatan perlu disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah diterima, sehingga kader maupun remaja calon pengantin dapat memahami langkah-langkah pencegahan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Maruni.

Buku cerita “Pade Tolak Stunting” digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih mudah dipahami.

Sementara komik “CAMAR” diarahkan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya mencegah anemia sejak usia muda.

Pemerintah Desa Aikdewa menerima hibah investasi PkM melalui berita acara penyerahan sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional Pos Pelayanan Kesehatan Desa secara berkelanjutan.

Paket yang diserahkan tidak hanya berupa media edukasi. Tim PkM juga memberikan sejumlah sarana pendukung pemeriksaan kesehatan, bibit tanaman pangan, bahan pangan lokal, hingga multivitamin.

Adapun bantuan tersebut terdiri atas 60 buku saku komik “CAMAR”, 30 paket bibit sayur dan buah berupa tomat, mentimun, serta pepaya.

Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Mataram Hadirkan Edukasi Digital di Lobar

Selain itu, diserahkan empat set alat Point of Care Testing (POCT) untuk pemeriksaan hemoglobin (Hb), glukosa, dan kolesterol. Ada pula empat set alat kesehatan habis pakai seperti lancet, autoclick, swab, dan plaster, serta alat pelindung diri berupa masker dan handscoon.

Dukungan lainnya berupa 10 paket minuman herbal “Wedang Sampun Sehat” dan “Rajalom Plus Madu”, 10 paket bahan pangan lokal untuk pembuatan puding peningkat Hb, serta 50 strip multivitamin dan zat besi “Mirabion”.

Menurut Maruni, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas pendukung kegiatan, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan kader kesehatan.

“Harapannya, sarana yang kami serahkan bisa terus digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan desa, terutama dalam mendeteksi anemia dan membantu masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi,” katanya.

Skrining Hb hingga Kolesterol

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (9/8). Masyarakat sasaran mendapatkan pemeriksaan kesehatan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT).

Pemeriksaan meliputi kadar hemoglobin, glukosa, dan kolesterol. Kegiatan juga disertai konseling gizi serta pembagian multivitamin bagi masyarakat sasaran.

Tim PkM turut memberikan pendampingan penanaman bibit pangan lokal yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi, khususnya dalam upaya meningkatkan kadar Hb dan mencegah anemia.

“Pemeriksaan ini kami kombinasikan dengan edukasi dan konseling agar masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami apa yang bisa dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan,” jelas Maruni.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan pencegahan stunting dan anemia secara mandiri.

Sebelumnya, dalam rancangan kegiatan PPDM, sasaran program ditetapkan sebanyak 50 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 25 kader kesehatan atau kader Posyandu dan 25 remaja calon pengantin.

Selain edukasi kesehatan, program juga mencakup pelatihan skrining Hb sederhana menggunakan metode POCT serta penguatan Pos Pelayanan Kesehatan Desa atau Labkes Mini Sehat Desaku.

Manfaatkan Pangan Lokal

Pencegahan stunting dan anemia dalam program tersebut tidak hanya diarahkan melalui edukasi. Tim juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal khas NTB sebagai sumber nutrisi.

Pendampingan dilakukan agar masyarakat dapat mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan atau minuman yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

Maruni mengatakan, pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa upaya memenuhi kebutuhan gizi dapat dimulai dari potensi pangan yang ada di lingkungan sendiri. Ini yang kami dorong agar pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan setelah kegiatan selesai,” ungkapnya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai stunting dan anemia, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkan pola pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

Program PPDM Poltekkes Kemenkes Mataram ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Desa Aikdewa dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program dengan melibatkan unsur pemerintah desa, kader kesehatan, remaja calon pengantin, dan masyarakat sasaran.

Baca Juga: Usai Ditertibkan Dishub, Jalan Depan Epicentrum Mall Kini Lebih Lapang

Penggunaan media “Pade Tolak Stunting” dan “CAMAR” diharapkan membuat edukasi kesehatan lebih dekat dengan kelompok sasaran. Dengan demikian, pesan mengenai pentingnya pencegahan stunting dan anemia dapat diterima secara lebih mudah sekaligus mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga dan masyarakat.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Pencegahan Stunting Poltekkes Kemenkes Mataram Poltekkes Mataram Anemia Stunting