LombokPost-Polsek Sembalun terus menggencarkan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat, pengunjung, dan pendaki.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
“Sasaran kita para pengunjung dan masyarakat yang berada di kawasan TNGR, Kecamatan Sembalun, agar kita sama-sama menjaga dan mewaspadai potensi karhutla,” terang Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri, Rabu (12/8).
Dia meminta masyarakat dan pendaki meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla. Terutama saat berada di kawasan BTNGR atau pendakian.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kemudian, tidak membuang puntung rokok sembarangan, membuat api unggun, maupun membakar sampah di kawasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Jika membuat api, kami berharap supaya apinya dipastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” katanya.
Jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran liar, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Masyarakat juga bisa menghubungi Call Center Polri 110 maupun Polsek terdekat.
Baca Juga: Karhutla Bukit Sempana di Sembalun Meluas hingga 116 Hektare
Selain memberikan imbauan secara langsung, Kapolsek Sembalun menyarankan pihak TNGR memasang banner berisi imbauan pencegahan karhutla. Banner dipasang di lokasi yang mudah dilihat para pengunjung dan pendaki.
“Mari kita jaga alam, agar alam juga menjaga kita, tetap waspadai potensi terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Selain itu, Polsek Sembalun memberikan rekaman suara berisi imbauan kamtibmas agar dapat diputar berulang di kantor TNGR Resort Sembalun, terutama saat proses registrasi. Hal itu diharapkan dapat mengedukasi pengunjung terkait keselamatan dan pencegahan karhutla sebelum melakukan pendakian.
Baca Juga: Dinas LHK NTB Maksimalkan Pencegahan Karhutla Imbas Perambahan Hutan Jadi Lahan Jagung
Kegiatan patroli dan sosialisasi itu ditegaskan sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung upaya pencegahan karhutla. Selain itu, kegiatan dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelestarian kawasan TNGR.
Para pengunjung dan pendaki diharapkan dapat menikmati keindahan alam Gunung Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan. Mereka juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan.
Kasi Humas Polres Lotim Iptu Lalu Rusmaladi menambahkan, seluruh masyarakat dan pengunjung kawasan TNGR ditekankan untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam. Salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Baca Juga: Baru Mulai, Kemarau Sudah Picu Kenaikan Karhutla
“Mari kita jaga Rinjani bersama. Nikmati keindahan alamnya, jaga kebersihannya, dan pastikan tidak ada api yang dapat memicu Karhutla,” tutupnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post