LombokPost-Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar visiting lecturer dan Ngaji Akademik. Kegiatan ini menjadi untuk memperkuat tradisi akademik sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr Abdul Hayyi Akrom menyampaikan bahwa civitas akademika IAIH Pancor memiliki banyak teladan yang dapat dijadikan rujukan dalam menjalankan profesi sebagai dosen, khususnya dari sosok pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
"Maulana Syekh adalah sosok ulama, mursyid sekaligus pejuang yang banyak meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan akademik yang relevan untuk terus dikaji serta diteladani oleh para dosen, " Terangnya.
Baca Juga: IAIH Pancor Bekali Mahasiswa yang Akan Magang
Nilai perjuangan dan nilai-nilai akademik yang ditinggalkan Maulana Syekh dinilai sangat lengkap untuk dikaji dan ditiru dalam menjalani profesi sebagai seorang dosen.
Tadisi akademik dan keilmuan harus terus dihidupkan di lingkungan IAIH Pancor. Terlebih, nama besar Hamzanwadi melekat dengan sosok ulama dan keilmuwan yang memiliki reputasi luas, baik dalam dunia keislaman maupun dalam konteks keindonesiaan.
"Bagi civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor, menghidupkan tradisi belajar dan memaksimalkan profesi dosen kapan pun dan di mana pun merupakan bagian dari meneruskan perjuangan Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid," katanya.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Borong Juara Peksimida, Siap Wakili NTB di Kancah Nasional
Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Husnur Rofiq menekankan pentingnya dosen untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri, baik melalui literasi maupun pengembangan keilmuan.
"Sosok Hamzanwadi dapat menjadi inspirasi bagi dosen IAI Hamzanwadi Pancor dalam melakukan transformasi dan merevitalisasi nilai-nilai perjuangan serta keilmuan yang diwariskan Maulana Syekh, " Katanya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAI Hamzanwadi Pancor, Prof. Dr. Muhammad Taufik menekankan profesi dosen harus dipandang sebagai bagian dari ibadah. Kerana, mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain merupakan profesi mulia. Ia meminta dosen untuk menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh serta terus belajar meningkatkan kompetensi.
Baca Juga: IAIH Pancor Gelar Diskusi Antropologi Bersama Peneliti dari Kanazawa University Jepang
"Profesi dosen adalah bagian dari ibadah yang mulia, yakni mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada sesama," jelasnya.
Ia menambahkan, semakin tinggi kapasitas seorang dosen, semakin besar pula manfaat ilmu yang dapat diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Sementara itu Wakil Rektor I IAIH Pancor Dr Abdul Hayyi Akrom menambahkan kegiatan visiting lecturer dan Ngaji Akademik ini sejalan dengan arahan Rektor IAI Hamzanadi Pancor agar civitas akademika terus mengembangkan kapasitas diri.
Baca Juga: IAIH Hamzanwadi Pancor Buka Program Magister Studi Islam
"Kami berharap tradisi belajar yang terus dibangun dapat membuka ruang kebermanfaatan yang lebih luas bagi civitas akademika dan masyarakat, " Tutupnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAI Hamzanwadi Pancor dan UIN KHAS Jember.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, di antaranya pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan peningkatan sumber daya manusia, serta dengan pertukaran cenderamata antara kedua institusi sebagai simbol penguatan hubungan kerja sama dan sinergi dalam bidang pendidikan tinggi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post