Cara Pemuda dan Anak-anak Desa Bebidas Rayakan HUT ke-81 RI

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:14 WIB
UPACARA KEMERDEKAAN: Puluhan anak-anak dan Pemuda Dusun Liwatan Puncat, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba saat mengikuti upacara kemerdekaan HUT RI secara sederhana namun tetap khidmat
UPACARA KEMERDEKAAN: Puluhan anak-anak dan Pemuda Dusun Liwatan Puncat, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba saat mengikuti upacara kemerdekaan HUT RI secara sederhana namun tetap khidmat

LombokPost-Fasilitas yang serba terbatas tak menyurutkan semangat anak-anak dan pemuda di Dusun Liwatan Pucat, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba. Mereka tetap menggelar upacara peringatan HUT ke-81 RI. Bekas kandang sapi milik warga pun disulap menjadi tempat upacara.

PULUHAN anak dan pemuda pagi itu berbaris rapi di lapangan yang tak terlalu luas. Mereka mengenakan seragam hitam putih dengan alas kaki seadanya. Meski sederhana, mereka terlihat khidmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Pagi di 17 Agustus, mereka mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI. Upacara tidak digelar di lapangan luas atau lahan kosong seperti biasanya. Mereka memilih bekas kandang sapi milik warga.

Baca Juga: Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Wabup Lobar Minta Masyarakat Pelototi Kinerja Pemerintah

Ketua Pemuda Ampel Bekadu Dusun Liwatan Puncat Husnul mengatakan, tidak ada lapangan luas atau lahan kosong di dusun mereka. Karena itu, mereka terpaksa menggunakan bekas kandang sapi warga sebagai tempat upacara.

"Kami sempat kebingungan untuk melakukan upacara bendera di mana. Karena semua lahan sudah digunakan, tidak ada lahan kosong. Sementara anak-anak dan pemuda tetap ingin mengadakan upacara, sehingga kita gunakan lahan kandang yang agak luas sebagai tempat upacara," beber Husnul, Senin (17/8).

Aroma kotoran sapi masih menyengat di lokasi. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat anak-anak mengikuti upacara kemerdekaan. Seluruh prosesi tetap dilakukan sebagaimana upacara pada umumnya, meski berlangsung sederhana.

Baca Juga: Polres Lombok Timur Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 dengan Khidmat

Untuk mengerek bendera Merah Putih, mereka memanfaatkan bambu sebagai tiang. Bambu itu disangga menggunakan pohon Banten.

"Walaupun fasilitas serba terbatas, antusias anak-anak dan pemuda sangat luar biasa, bahkan sejak pagi anak-anak sudah banyak yang datang," jelasnya.

Antusiasme anak-anak dan pemuda terlihat sejak sebelum upacara dimulai. Mereka berlatih baris-berbaris, membersihkan lokasi, hingga menata bendera.

Baca Juga: Upacara Pembukaan di Tiga Negara: Satukan Musik, Budaya, dan Sepak Bola

Saat prosesi pengibaran bendera dimulai, anak-anak dengan semangat dan lantang menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka hanya menggunakan bantuan speaker aktif sederhana.

"Sebelum kita apel mereka latihan berbaris-baris, kemudian membersihkan lokasi dan menata bendera, saking semangatnya mereka untuk melakukan upacara," jelasnya.

Menurut Husnul, kegiatan itu dilakukan untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air sejak dini. Kegiatan juga menjadi cara mengenang jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Melalui kegiatan itu, rasa nasionalisme anak diharapkan semakin meningkat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Upacara 1 Juni, Istana Lupa Undang Jokowi?

Dia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak di Dusun Liwatan Muncan mengikuti upacara kemerdekaan. Apalagi, upacara digelar secara sederhana dengan fasilitas seadanya.

"Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak untuk mengikuti upacara meski di kandang sapi. Dan kegiatannya sangat sederhana sekali," jelasnya.

Upacara bendera diikuti sekitar 40 anak dan pemuda. Sepekan sebelum puncak peringatan HUT RI, mereka juga menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan kemerdekaan. Mulai dari lari karung, lomba kelereng, makan kerupuk, hingga berbagai permainan lainnya.

Baca Juga: Upacara HUT ke-54 KORPRI di Mataram: ASN Ditegaskan Jadi Penopang Indonesia Maju 2045

Selain itu, setiap pekan anak-anak rutin mengikuti les bahasa Inggris yang digelar para pemuda. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan anak berbahasa Inggris. Terlebih, Bebidas merupakan salah satu desa penyangga Sembalun yang banyak didatangi tamu lokal maupun mancanegara.

“Setiap minggu kita ada les bahasa Inggris maupun mata pelajaran yang lainnya dengan anak-anak. Makanya anak-anak yang ikut upacara ini adalah anak-anak yang selalu mengikuti program kepemudaan,” jelasnya. (*/r7) 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
bekas kandang sapi pemuda anak-anak apel upacara 17 agustus