Warga Tagih Janji Perbaikan Jalan Kalijaga Timur

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:50 WIB
BLOKADE JALAN: Warga Desa Kalijaga Timur memblokir jalan karena tidak kunjung diperbaiki dan kesal oleh ulah oknum sopir yang menabrak paling pembatas. 
BLOKADE JALAN: Warga Desa Kalijaga Timur memblokir jalan karena tidak kunjung diperbaiki dan kesal oleh ulah oknum sopir yang menabrak paling pembatas. 

LombokPost-Warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, kembali memblokade jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Kalijaga Timur dengan desa lain di Kecamatan Suralaga dan Labuhan Haji, Minggu (16/8) sore.

Aksi dilakukan karena masyarakat kesal belum ada kejelasan terkait perbaikan jalan itu.

“Aksi ini merupakan yang ketiga. Aksi pertama akhir 2025 lalu, saat itu camat Aikmel berjanji untuk mengawal aspirasi masyarakat. Bahkan dia berjanji kalau jalan ini tidak diperbaiki dia akan berhenti jadi camat Aikmel,” terang Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton kepada Lombok Post, Minggu (16/8).

Dia mengatakan, berbagai upaya telah ditempuh masyarakat dan Pemdes Kalijaga Timur agar perbaikan jalan itu segera dilakukan. Bahkan, mereka sudah hearing bersama Wakil Bupati Lotim dan dijanjikan jalan itu segera diperbaiki.

Baca Juga: Pemilik Lahan Kembali Blokade Jalan Lamusung-Senayan KSB, Tuntut Ganti Rugi yang Menguntungkan

Selain itu, sejumlah pihak terkait juga sudah turun mengecek kondisi jalan. Namun, hingga saat ini belum ada kabar dan kejelasan perbaikan jalan Kalijaga Timur.

“Kemarin asisten bidang Sumber daya juga sudah turun. Mereka bilang InsyaAllah. InsyaAllah ini yang dinilai masyarakat masih abu-abu atau tidak jelas,” katanya.

Aksi ini juga dipicu oknum sopir dump truck pengangkut material tambang galian C yang menabrak gapura atau plang pembatas. Plang dibuat masyarakat untuk melarang dump truck pembawa material tambang galian C melintas di jalan itu.

Baca Juga: Dari Remitansi Menuju Usaha Mandiri, Keluarga PMI di Kalijaga Timur Belajar Mengelola Uang Kiriman agar Tak Habis untuk Kebutuhan Konsumtif

Dump truck pembawa material tambang dinilai sangat mengganggu masyarakat akibat debu jalan. Selain itu, dump truck kerap tidak menutup muatan menggunakan terpal sehingga tidak diizinkan melintas.

“Kemarin kami dari Desa diminta untuk pasang plang, akhirnya kami pasang. Dan jalan yang biasanya mereka lewati sudah rusak parah, makanya mereka lewat lagi dari jalan Kalijaga Timur, dan plang yang kami pasang itu ditabrak makanya masyarakat marah,” jelasnya.

Total ruas jalan Kalijaga Timur yang rusak berat secara keseluruhan mencapai 9 kilometer (km). Namun, khusus di Desa Kalijaga Timur hanya sekitar 3 km. Dia berharap Pemkab Lotim segera merenovasi jalan itu karena sudah lama rusak parah.

Baca Juga: Warga Keluhkan Debu Galian C dan Jalan Rusak Parah Desa Kalijaga Timur

“Kami sangat berharap agar segera diperbaiki pemerintah daerah. Karena jalan ini sudah lama rusak,” tutupnya. 

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Lotim Achmad Dewanto Hadi mengatakan, perbaikan jalan Kalijaga Timur sudah masuk dalam perencanaan unntuk tahun 2027. “Ruasjalan yang belum masuk di penganggaran tahun jamak 2026 ini, sudah kita rencanakan di tahun 2027,” jelas Dewanto. 

Dia mengakui perbaikan jalan Kalijaga Timur sudah lama disuarakan masyarakat setempat. Hanya saja ini belum bisa direalisasikan akibat keterbatasan anggaran. 

Baca Juga: Hujan Datang, Jalan Kalijaga Timur Jadi Kubangan

“Aspirasi dari masyarakat terkait jalan itu sudah lama kita dengar, dan sudah menjadi atensi kita juga. Untuk itu kita akan anggarkan melalui APBD 2027. Untuk besaran anggarnya secara teknis ada Bidang Bina Marga,” tandasnya. (par/r7)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kalijaga timur dum truk tambang galian c jalan rusak