Lombokpost-Tanaman herbal di Desa Masbagik Utara Baru mulai memiliki nilai ekonomi berkat kreativitas Karang Taruna Karya Sejahtera. Potensi pasarnya juga makin terbuka lebar karena adanya destinasi wisata, yang ramai dikunjungi wisatawan.
TAK jauh dari permukiman padat penduduk di Kecamatan Masbagik, sebuah destinasi wisata kolam alam cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Air terjun mengalir dari tebing-tebing bebatuan. Airnya dingin dan bersih. Lokasinya yang tidak terlalu jauh juga menjadi daya tarik wisata itu.
Di tempat yang sama, puluhan pemuda terlihat sibuk mengupas berbagai tanaman herbal. Mulai dari kunyit, jahe, kayu manis, jeruk nipis, serai, hingga bahan lainnya. Mereka adalah pemuda Karang Taruna Karya Sejahtera Masbagik Utara Baru. Hari itu, mereka tengah meracik minuman dari tanaman herbal.
Baca Juga: Daun Kelor Montong Are Naik Kelas Jadi Sabun Herbal, Dimulai dari MTsN 2 Lombok Barat
Ketua Karang Taruna Karya Sejahtera Masbagik Utara Baru Azim Marzuki Rahman mengatakan, Desa Masbagik Utara Baru memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah. Namun, selama ini potensi itu belum diolah menjadi produk. Masyarakat lebih memilih menjual bahan mentah langsung ke pasar tradisional.
“Tanaman herbal di sini cukup melimpah. Tapi selama ini dijual mentahnya saja oleh masyarakat, karena tidak ada yang bisa mengolahnya sebagai produk yang lebih bernilai,” terang Azmi, Selasa (18/8).
Azmi menyebutkan, beberapa bulan lalu dosen Universitas Hamzanwadi memberikan pendampingan kepada Karang Taruna. Para pemuda diajarkan mengolah tanaman herbal menjadi produk minuman yang kaya khasiat dan bernilai ekonomis. Produk itu dinamakan Seduh Q.
Baca Juga: Kader Posyandu Dasan Cermen Turunkan Angka Stunting dengan Inovasi Olahan Obat Herbal
Minuman itu berbentuk teh. Setelah diuji coba, minuman yang dihasilkan ternyata mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang meminta kembali.
“Kita tawarkan kepada ibu-ibu senam, ternyata mereka sangat suka. Bahkan mereka minta lagi, makanya kita terus kembangkan,” jelasnya.
Seduh Q terbuat dari berbagai tanaman herbal yang diperoleh langsung dari alam sekitar. Bahan-bahannya antara lain jeruk nipis, jahe, kunyit, serai, kayu manis, dan berbagai bahan herbal lokal lainnya.
Baca Juga: Polisi Koordinasi dengan BPOM, Selidiki Obat Herbal dan Kosmetik Ilegal di Bima
Pembuatan minuman itu masih menggunakan cara tradisional dengan memanfaatkan alat-alat sederhana. Kondisi itu membuat mereka belum bisa menghasilkan produk dalam jumlah lebih banyak.
“Produk ini masih dibuat dengan metode sederhana. Namun produk ini juga sudah berhasil dipasarkan kepada masyarakat dan pengunjung wisata yang ada di desa kami,” jelasnya.
Selain diminati masyarakat sekitar, produk itu juga cukup diminati wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi wisata Pancor Kopong. Bahkan, mereka juga ingin ikut membuat minuman itu.
Baca Juga: Holisa, Minuman Herbal Menyehatkan dari Lombok Tengah
Saat ini, produk minuman itu masih dalam proses pengurusan izin, legalitas, sertifikat halal, dan lainnya. Jika seluruh proses selesai, produk akan dikembangkan dan dipasarkan lebih luas kepada masyarakat.
“Sekarang masih perizinan kemudian pengurusan sertifikasi halal. Makanya yang kami buat juga masih terbatas. Tapi di Wisata Pancor Kopong masyarakat lokal dan pengunjung lumayan yang suka,” katanya.
Tidak hanya mengolah sumber daya alam, para pemuda juga mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak dan pemuda setempat. Kegiatan itu dilakukan untuk mempersiapkan generasi selanjutnya mengembangkan pariwisata dan potensi lain di desa.
Baca Juga: Bisnis Minuman Herbal Tawarkan Potensi Keuntungan
Menariknya, anak-anak tidak hanya belajar dari para pemuda. Wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung juga dijadikan tutor. Anak-anak pun bisa langsung praktik berbicara menggunakan bahasa Inggris.
“Ternyata para tamu-tamu ini juga sangat senang mengajar anak-anak berbahasa Inggris. Di sana kita minta untuk mencicipi minuman yang kita buat itu. Respons mereka sangat bagus dan tertarik dengan minuman itu,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Redaksi Lombok PostSumber : Lombok Post