Bupati Lombok Timur Apresiasi Respons Cepat BPJS Kesehatan

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:00 WIB
KOORDINASI: Bupati Lombok Timur saat melakukan pertemuan dengan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan pemangku kepentingan tingkat provinsi kabupaten/kota Kamis (20/8).
KOORDINASI: Bupati Lombok Timur saat melakukan pertemuan dengan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan pemangku kepentingan tingkat provinsi kabupaten/kota Kamis (20/8).

LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin mengapresiasi BPJS Kesehatan cabang Selong  atas kerja sama yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim selama ini. Terutama terkait proses pendaftaran peserta secara cepat dan tidak ada penolakan terhadap calon peserta.

"Kesehatan merupakan kebutuhan dasar dan aspek vital bagi pembangunan daerah. Tanpa kesehatan yang baik, berbagai agenda pembangunan tidak akan berjalan, " Terang Bupati Lotim Haerul Warisin saat menghadiri acara Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan pemangku kepentingan tingkat provinsi kabupaten/kota Kamis (20/8).

Forum ini dilaksanakan merujuk pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial serta Surat Edaran Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Nomor 26 Tahun 2025 mengenai pelaksanaan forum kemitraan tahun 2026.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Manfaat Program Sebesar Rp 909 Juta di Festival Gawe Beleq

Forum kemitraan ini juga dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Lotim.

Bupati mencatat jumlah peserta BPJS yang besar mengakibatkan beban pengeluaran daerah cukup signifikan. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan mencari solusi bersama legislatif dengan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan transparansi.

“Semua informasi akan dibuka dan tidak disembunyikan. Dan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan program kesehatan, " Katanya.

Baca Juga: Klinik Unram Hadir di Fakultas Teknik, Cek Kesehatan Gratis dan Pindah FKTP BPJS Makin Mudah

Bupati meminta Kepala BPJS Kesehatan Lotim memperkuat kerja sama dengan seluruh fasilitas kesehatan agar pelayanan dapat diberikan secara cepat dan responsif. Ia juga meminta penanganan segera terhadap kasus penghapusan peserta BPJS yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Menurutnya, jika ada peserta yang sebelumnya terdaftar di fasilitas kesehatan lalu terhapus, permasalahan itu diharapkan segera diperbaiki agar masyarakat tetap terlindungi jaminan kesehatannya.

"Kualitas dan mutu pelayanan harus terus ditingkatkan. Mulai dari mutu tenaga kesehatan, peralatan, dan ketersediaan obat-obatan agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal, " Ujarnya.

Baca Juga: Baznas Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 1.000 Warga Miskin

Selain itu, dia juga menekankan kebersihan rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga menjadi hal penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan publik. Sehingga pengelolaan sampah dan larangan menempatkan barang pribadi di ruang pelayanan agar tidak mengganggu kenyamanan pasien.

Di satu sisi, ia mengapresiasi kepada BPJS Kesehatan dan mitra terkait atas kerja sama yang telah terjalin. Menurutnya proses pendaftaran peserta secara cepat dan tidak ada penolakan terhadap calon peserta adalah hal penting.

"Sinergi dengan instansi kesehatan dan dinas sosial harus terus ditingkatkan, untuk memberikan perlindungan kesehatan berkeadilan yang menyeluruh bagi warga, " Ungkapnya.

Baca Juga: Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Menyadari tantangan anggaran, Bupati menegaskan bahwa kesehatan merupakan prioritas dan layanan dasar utama, sehingga pemda akan meninjau kemungkinan penyesuaian pada kegiatan tahun 2026. 

Keberadaan Forum ini diharapkan dapat menguatkan koordinasi antarpemangku kepentingan yang telah dibentuk. (par)

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
Pemkab Lotim BPJS Faskes Kesehatan BPJS Kesehatan