Pemkab Lotim Mulai kelola Wisata Otak Kokoq Joben

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:58 WIB
TANDA BATAS: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin memasang palang tanda batas areal perizinan di objek wisata Otak Kokoq Joben, Kecamatan Montong Gading.
TANDA BATAS: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin memasang palang tanda batas areal perizinan di objek wisata Otak Kokoq Joben, Kecamatan Montong Gading. 

LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) akhirnya mulai mengelola salah satu destinasi wisata nonpendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), yaitu wisata Otak Kokoq Joben. Hal itu ditandai dengan pemberian tanda batas areal perizinan berusaha pengusahaan, sarana jasa lingkungan wisata alam (PB-PSWA).

“Untuk pengembangan Joben ini, kita akan melakukan perhitungan kembali, apakah kita mampu membangun dengan hanya menggunakan anggaran daerah, dengan tidak mengorbankan pelayanan kepada masyarakat atau tidak. Kalo tidak bisa, kita akan gandeng pihak ketiga,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Kamis (20/8).

Kata dia, setelah adanya izin pengelolaan ini, Pemkab Lotim akan mengelola wisata Joben dengan lebih baik. Pemkab juga akan mengembalikan sejarah kejayaan Joben yang menjadi salah satu objek wisata favorit di Lotim. Joben dinilai memiliki potensi yang bagus, bahkan hampir sama dengan Sembalun. Joben memiliki udara sejuk, air terjun, hutan, dan alam yang indah.

Baca Juga: Hanya 10 Persen Kawasan Joben Boleh Dibangun

Pengembangan wisata Joben tetap mengacu pada aturan yang ada dan konsep yang telah direncanakan konsultan. Pengembangan juga memperhatikan tata ruang pembangunan nonpermanen dan tidak mengganggu ekosistem yang ada, seperti tanaman, satwa, dan sebagainya.

Pemkab Lotim bahkan berencana membuat paket wisata yang mengintegrasikan Joben, Tetebatu, Sembalun, Pantai Ekas Buana, hingga gili-gili di Lotim. Dengan begitu, kunjungan wisatawan, terutama wisatawan asing, ke Lotim bisa merata dan berdampak kepada masyarakat.

“Sehingga sebaran wisatawan lebih merata,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Energi Selaparang Joyo Supeno menambahkan, lahan Joben yang masuk dalam kawasan TNGR sudah lama diupayakan Pemkab Lotim untuk dapat dikelola. Namun, tahun ini pengelolaan itu bisa terlaksana dengan luas lahan 25 hektare.

Baca Juga: Wisata Otak Kokok Joben Dikelola PT Energi Selaparang

“Alhamdulillah tahun ini kita sudah mendapatkan legalitas yang menandakan bahwa, kita siap melakukan aktivasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, Joyo juga membayangkan destinasi wisata Joben dijadikan pusat produksi AMDK Asel yang saat ini diproduksi PT Energi Selaparang. Bahkan, dia berencana membuat brand baru, yakni AMDK Joben.

Potensi AMDK Joben dinilai akan lebih mudah dipasarkan dan diterima masyarakat. Hal ini karena sumber mata airnya berasal langsung dari Gunung Rinjani, dibandingkan dengan produk Asel yang diproduksi di Kecamatan Labuhan Haji.

Baca Juga: Dukungan Bank NTB Syariah Membuahkan Hasil: Proklim Mart Joben Lestari Ukir Prestasi di Panggung Asia

“Kami membayangkan Asel itu pindah ke Joben. Sehingga kita layak menyebut AMDK kita merupakan air pegunungan, air Gunung Rinjani. Saya kira ini akan mudah dikenal dan diterima,” ungkapnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
joben rinjani BTNGR amdk kawasan