80 Persen Kamar Tetebatu Sudah Dibooking Menjelang MotoGP

Supardi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:44 WIB
DESA WISATA: Seorang pengendara sedang melintas di depan gerbang Desa Wisata Tetebatu sekaligus perbatasan dengan Desa Tetebatu Selatan.
DESA WISATA: Seorang pengendara sedang melintas di depan gerbang Desa Wisata Tetebatu sekaligus perbatasan dengan Desa Tetebatu Selatan.

LombokPost-Menjelang pagelaran MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 mendatang, kunjungan wisatawan hingga pesanan kamar di Desa Wisata Tetebatu dan sekitarnya mulai penuh. Bahkan, 80 persen kamar diklaim telah dipesan.

“Jumlah kamar penginapan di Desa Tetebatu saat ini sebanyak 350. Dan Alhamdulillah 80 persennya sudah di booking pada Moto GP mendatang,” terang Ketua Pokdarwis Tetebatu Sarjaya saat dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (23/8).

Kata dia, beberapa bulan ini kunjungan wisatawan, terutama wisatawan asing, ke Desa Tetebatu, Tetebatu Selatan, Kembang Kuning, dan Jeruk Manis cukup meningkat. Hal itu terlihat dari hunian kamar yang setiap hari selalu penuh dan kunjungan di resto.

Baca Juga: Bupati Lotim Janji Perbaiki Jalan Wisata Tetebatu Demi Kenyamanan Wisatawan

Tingginya tingkat kunjungan wisatawan ini menurutnya disebabkan dua faktor. Pertama, karena sudah memasuki waktu liburan para turis (high season). Kemudian, karena pergelaran MotoGP.

Untuk persiapan MotoGP, ia bersama para pelaku wisata telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari persiapan kamar, penambahan sarana dan prasarana di penginapan maupun tempat-tempat wisata.

“Homestay sudah kita sterilkan dan destinasinya juga sudah kami siapkan, demi kenyamanan dan keamanan wisatawan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kupinde, Kedai Kopi Kontainer yang Cetak Barista Andal, Jadi Tempat Nongkrong Favorit Bule di Tetebatu Selatan

Bahkan, pelaku wisata Desa Tetebatu tengah mempersiapkan event One Night in Terrace Tetebatu sebagai hiburan serta daya tarik bagi wisatawan saat menginap. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan.

Kata dia, wisatawan asing saat ini mencapai sekitar 80 persen lebih. Mereka didominasi wisatawan dari Prancis, Jerman, serta Italia.

Sementara itu, pelaku wisata sekaligus Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin menambahkan, kunjungan wisatawan ke Jeruk Manis sejak Juni lalu cukup ramai. Hanya saja, sebagian besar mereka menginap di Desa Tetebatu dan Desa Tetebatu Selatan. Mengingat, jumlah penginapan di Jeruk Manis saat ini masih terbatas.

Baca Juga: Bule Asal Swiss Masuk Islam di Tetebatu

“Jumlah kamar di Jeruk Manis saat ini baru ada 56 kamar. Tapi yang sedang membangun banyak,” ujarnya.

Kata dia, empat desa, yakni Desa Jeruk Manis, Tetebatu, Tetebatu Selatan, dan Kembang Kuning merupakan satu kesatuan dan saling melengkapi. Sehingga, ketika kunjungan ramai, keempatnya akan terdampak.

Ia mencontohkan, Desa Tetebatu Selatan tidak memiliki destinasi wisata. Namun, desa itu menjadi pusat belanja, ATM, dan restoran yang bisa diakses tamu. Sementara Jeruk Manis lebih banyak memiliki destinasi wisata, tetapi dari sisi penginapan masih terbatas.

Baca Juga: Berkunjung ke Destinasi Baru di Desa Tetebatu, Air Terjun Lembah Rinjani Menawarkan Suasana Alami dengan Tiket Masuk Rp 5 ribu

“Kita ini satu kesatuan, makanya kita punya kelompok namanya Pantek Teje. Kamar saya di Oktober sudah di boking, termasuk teman-teman yang lain juga sudah banyak yang di boking,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
MotoGP wisatawan Tetebatu Mandalika homestay