Jalur Sembalun Didominasi Pendaki Mancanegara

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Pendaki saat melakukan registrasi di resort Sembalun pada hari pertama pembukaan pendakian Gunung Rinjani.
Pendaki saat melakukan registrasi di resort Sembalun pada hari pertama pembukaan pendakian Gunung Rinjani.

 
LombokPost-Pendakian Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun sepanjang 2026 didominasi wisatawan mancanegara. Sejak Januari hingga 27 Agustus, tercatat 23.275 pendaki mancanegara dan 17.736 pendaki nusantara melalui jalur tersebut.

“Rinjani memang memiliki daya tarik bagi wisatawan asing. Hingga bulan ini Pendaki mancanegara yang mendaki melalui Sembalun mencapai 23.275 orang. Sedangkan pendaki nusantara sejumlah 17.736 orang,” terang Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Astekita Ardiaristo, Jumat (28/8).

Kata dia, sejak 1-27 Agustus, kunjungan wisatawan ke Rinjani dari jalur Sembalun untuk wisatawan asing tercatat sebanyak 5.825 orang. Kemudian, wisatawan nusantara sebanyak 3.862 orang.

Baca Juga: Unram-BRIN Kembangkan Aplikasi Keamanan Pendaki Rinjani

Wisatawan asing yang berkunjung ke Rinjani berasal dari 93 negara yang didominasi wisatawan asal Prancis. Kemudian disusul wisatawan asal Belanda, Jerman, Australia, Belgia, China, Malaysia, Inggris, Spanyol, dan Swiss.

“Wisatawan yang berkunjung ke Rinjani ini bukan hanya semata-mata untuk mengejar puncak. Tapi mereka kadang mencari pengalaman di kawasan taman nasional,” jelasnya.

Selain ke puncak, para pendaki juga banyak menikmati keindahan alam sekitar seperti savana, hutan tropis, Segara Anak, matahari terbenam, dan matahari terbit di Rinjani. Selain itu, mereka juga sangat tertarik dengan budaya masyarakat yang ada di lingkar Rinjani.

Baca Juga: Siapkan Tempat Pemeriksaan Khusus bagi Pendaki Rinjani

Keindahan alam dan budaya masyarakat sekitar menjadi nilai lebih sekaligus daya tarik Rinjani di mata wisatawan asing.

Tingginya kunjungan wisatawan asing ini membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung aktivitas pendakian.

“Porter, guide, dan Trekking Organizer (TO) menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pendaki. Untuk itu kami mendorong supaya meningkatkan standar pelayanan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya agar para porter, guide, dan TO yang mendampingi wisatawan dapat tersertifikasi.

Tidak hanya itu, pihaknya juga terus berupaya membenahi sarana dan prasarana pendukung serta menjaga kondisi kawasan. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
destinsi wisata Wisatawan asing pendaki rinjani sembalun