LombokPost-Setelah mengikuti berbagai rangkaian penilaian, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya terpilih mendapatkan program Local Service Delivery Project (LSDP) atau pengolahan sampah terpadu.
Lotim berhasil menduduki posisi pertama dari 30 kabupaten/kota yang mengikuti penilaian program itu.
“Program Ini merupakan program nasional yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Bappenas dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia untuk meningkatkan layanan infrastruktur dan tata kelola persampahan di daerah,” jelas Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (28/8).
Dia mengaku sangat bersemangat setelah dipastikan mendapatkan program itu. Ia juga bersemangat untuk segera menjadikan Lotim sebagai wilayah yang bersih.
Untuk itu, bupati berkomitmen memenuhi semua persyaratan yang diperlukan agar program itu segera dilaksanakan.
Baca Juga: Program Langit Biru DPC Demokrat Lobar Bersihkan Pantai Batu Bolong, Angkut 300 Kg Sampah
Keberadaan program LSDP diharapkan dapat mendukung upaya Pemkab Lotim dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan serta menggerakkan ekonomi sirkular.
Selain itu, hal-hal positif juga diharapkan dapat dihadirkan dari program ini sehingga sampah tidak lagi menjadi sesuatu yang kotor dan tidak bernilai.
“Melalui program LSDP ini semua akan berubah. Orang mengatakan itu tidak bermanfaat, InsyaAllah dengan program ini akan menjadi bermanfaat,” katanya.
Dia berharap kunjungan tim LSDP untuk melakukan verifikasi lapangan dapat memberikan masukan dan koreksi untuk perbaikan dan penyempurnaan sehingga sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.
Baca Juga: Warga Dilarang Bakar Sampah Sembarangan, Waspada Kebakaran
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kemendagri Suprayitno menyatakan, selain untuk melakukan verifikasi lapangan, kunjungan ini juga untuk memastikan kesiapan pemda dan masyarakat melaksanakan program LSDP.
“Nanti apa yang masih kurang, dan masih perlu ditambah, tim akan segera sampaikan,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV Kemendagri Dr Paudah menyampaikan, keberadaan program LSDP akan menghasilkan perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah dan akan dimulai dari sekolah.
Baca Juga: Holiday Resort Lombok Perkuat Komitmen, Keberlanjutan melalui Ecofarm dan Pengelolaan Sampah Organik
“Sehingga kami harapkan anak-anak dapat membawa perubahan perilaku baik ini ke lingkungan masing-masing,” katanya.
Program LSDP disebut berbeda dengan proyek pengelolaan sampah lainnya karena menitikberatkan pada reformasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang akan mendatangkan keuntungan bagi daerah dan masyarakat. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post