LombokPost-Ketersediaan armada dan pos pemadam kebakaran di Lombok Timur (Lotim) saat ini disebut belum sebanding dengan luas wilayah. Kondisi itu sering menjadi kendala dalam penanganan kebakaran, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pos.
"Mudah-mudahan ke depan, Pak Bupati bisa menambahkan kita armada dan pos. Terutama di kecamatan-kecamatan yang padat penduduk, untuk memudahkan penanganan kebakaran," terang Kepala Bidang (Kabid) Pemadam dan Kebakaran Damkarmart Lotim Satijah saat ditemui di kantornya, Senin (31/8).
Kata dia, dari 21 kecamatan di Lotim, saat ini Damkarmart hanya memiliki lima Unit Manajemen Kebakaran (UMK) atau pos pemadam. Pos itu tersebar di Kecamatan Sembalun, Sambelia, Keruak, Pringgabaya, dan Terara. Jumlah itu dinilai belum ideal dengan luas wilayah Lotim.
Baca Juga: Guru, Siswa dan Orang Tua SMKN 1 Lingsar Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
"Kalau secara aturan, minimal satu Kecamatan, itu miliki satu pos dan armada," katanya.
Disebutkan, masyarakat dari Kecamatan Aikmel bahkan siap membangun pos sendiri. Mengingat Kecamatan Aikmel merupakan daerah padat penduduk dan rawan terjadi kebakaran, daerah itu dinilai tepat untuk dibangun pos pemadam. Pos itu bahkan bisa menjangkau tiga kecamatan, yakni Kecamatan Aikmel, Kenek, dan Wanasaba.
Namun, yang menjadi kendala adalah ketersediaan armada. Saat ini, armada yang dimiliki Damkarmart Lotim hanya tujuh unit. Dari jumlah itu, hanya empat unit yang bisa beroperasi, sementara tiga unit dalam proses perbaikan.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Landa Bukit Loco Senggigi, Tiga Armada Damkar Dikerahkan
Sementara itu, Kepala Damkarmart Lotim Widayat menambahkan, jumlah kasus kebakaran di Lotim sejak Januari hingga 24 Agustus tercatat sebanyak 110 kasus. Sementara sepanjang 2025, tercatat sebanyak 145 kasus.
"Kalau kita lihat data di bulan yang sama, yakni Juli dan Agustus. Jumlah kebakaran tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Bulan Juli lalu kasus kebakaran hanya 11 kejadian, dan Agustus hanya 21 kasus. Sedangkan bulan Juli dan Agustus tahun 2026 ini sama-sama 24 kasus," terang Widayat.
Kebakaran tahun ini didominasi kebakaran lahan dengan 27 kasus, kemudian disusul kebakaran rumah sebanyak 22 kasus. Sementara pada 2025, kasus kebakaran didominasi kebakaran rumah sebanyak 41 kasus, sedangkan kebakaran lahan mencapai 20 kasus. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post