Biometrik Hambat Tunanetra Tunggal Daftar Perlinsos

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 09:48 WIB

 

Siti Aminah
Siti Aminah 

LombokPost-Penyandang tunanetra yang hidup sendiri dalam satu kartu keluarga (KK) belum bisa didaftarkan melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) karena terkendala pembacaan data biometrik. Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur (Lotim) memastikan mereka tetap mendapat bantuan sosial sembari mencarikan solusi bersama Kementerian Sosial.

“Iya tidak bisa diajukan melalui perlinsos. Karena biometriknya tidak terbaca. Sementara portal itu menggunakan rekaman biometrik,” beber Kepala Dinsos Lotim Siti Aminah, Jumat (4/9).

Aminah menjelaskan, jika penyandang tunanetra masih memiliki anggota keluarga dalam satu KK yang sudah wajib melakukan perekaman KTP/NIK, tetap bisa mendaftar di Portal Perlinsos.

Baca Juga: Lotim Tertinggi Capaian Pendaftaran Portal Perlinsos

“Karena perlinsos ini dalam satu keluarga itu satu yang mendaftar. Misalnya yang tunanetra suaminya, tapi ada istri, atau anaknya, bisa mereka yang mewakilkannya,” jelasnya.

Disebutkan, sejauh ini belum ada kebijakan khusus untuk bisa mendaftarkan masyarakat penyandang tunanetra tunggal di Portal Perlinsos. Namun, masalah ini tengah dicarikan jalan keluar bersama Kementerian Sosial.

Kendati tidak dapat terdata di Perlinsos, dia memastikan masyarakat, terutama lansia tunanetra, akan mendapatkan bansos dari pemerintah karena masuk dalam kategori masyarakat rentan.

Baca Juga: 2.576 Agen Dikerahkan untuk Pendataan Perlinsos

“Kalau bantuan, kita pastikan mereka akan dapat. Karena bansos banyak jenisnya dan usulan dari Perlinsos ini juga tidak langsung keluar hasilnya sekarang, tapi nanti tahun 2027,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim Juaini Taofik menyebutkan, capaian pendataan Perlinsos Lotim diklaim menjadi tertinggi secara nasional. Tingginya capaian ini setelah Pemkab Lotim mengerahkan para ASN untuk mendaftarkan masyarakat.

“Awalnya pendataan ditargetkan menyasar sekitar 140 ribu KK yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4. Namun pak Bupati meminta semua KK didaftarkan agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat terdata secara menyeluruh,” katanya.

Baca Juga: Pendaftaran Perlinsos Digital Kota Mataram Tembus 24 Persen

Tingginya capaian ini juga tidak terlepas dari antusiasme masyarakat terhadap pendataan Perlinsos. Menurutnya, masyarakat melakukan pendataan bukan semata-mata karena berharap segera mendapatkan bantuan, melainkan ingin mengetahui apakah dirinya masuk kategori penerima bantuan atau tidak. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Perlinsos dinsos Bansos Desil Lotim