Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Terbakar di Perairan Sambelia

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 20:32 WIB
PADAMKAN: Petugas Pemadam Kebakaran dan kepolisian saat berusaha memadamkan api.
PADAMKAN: Petugas Pemadam Kebakaran dan kepolisian saat berusaha memadamkan api.

 

LombokPost –Kapal Tongkang Karya Star 95 yang mengangkut batu bara dari Provinsi Kalimantan Timur terbakar di perairan Desa Gunung Selatan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim) pada Jumat (4/9) sekitar pukul 20.30 wita.

"Kapal tersebut milik Perusahaan Karya Bintang Timur yang membawa batu bara sekitar 10.000 metrik ton dari Jetty SJA Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, menuju Pulau Lombok," terang Kasi Humas Polres Lotim Iptu Lalu Rusmaladi.

Kapal tersebut telah melakukan perjalanan selama beberapa hari. Kebakaran diketahui terjadi saat kapal memasuki wilayah Selat Jawa, tepatnya pada bagian gundukan muatan batu bara.

Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Evakuasi Korban Melibatkan Sejumlah Kapal

Selama berlayar kondisi cuaca cukup panas dan gelombang laut relatif buruk. Sehingga pada hari ketujuh perjalanan, gundukan batu bara mengalami kebakaran.

"Saat kapal mendekati wilayah Gili Kondo, pihak kapal berkoordinasi dengan General Manager dan agen untuk melakukan penyandaran di Dermaga PT LED dengan kondisi sebagian muatan batu bara masih terbakar," Jelasnya.

Polisi terus melakukan pengamanan di lokasi guna mencegah terjadinya gangguan terhadap keselamatan pekerja, aktivitas masyarakat maupun kegiatan operasional di kawasan Dermaga PT LED.

Baca Juga: Kepanikan Penumpang Kapal KM Gregorius Barcelona V yang Tiba-Tiba Terbakar, Terlihat Penumpang Teriak Histeris: Tolong.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran. Kami juga mengimbau pihak terkait untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapten Karya Star 95 Bermard Kahimpong, menyampaikan bahwa upaya pemadaman telah dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) dengan menggunakan persediaan air yang tersedia di kapal.

"Namun, kondisi angin kencang dan gelombang laut menyebabkan proses pemadaman mengalami kendala," jelasnya.

Api kemudian menjalar ke bagian gundukan muatan lainnya. Menjelang kapal memasuki wilayah Gili Kondo, pihak kapal kembali berkoordinasi dengan agen guna menyiapkan dukungan air untuk proses pemadaman setelah kapal bersandar di Dermaga PT LED. (par)

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sambelia kapal tongkang batu bara Kebakaran Lotim