Pelatihan Vokasi Jangan Sekadar Formalitas

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:45 WIB
PELATIHAN VOKASI: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di dampingi wakil Bupati menyerahkan bantuan alat kepada perwakilan peserta yang telah selesai melaksanakan pelatihan vokasi.

 
PELATIHAN VOKASI: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di dampingi wakil Bupati menyerahkan bantuan alat kepada perwakilan peserta yang telah selesai melaksanakan pelatihan vokasi.  

LombokPost-Bupati Lombok Timur Haerul Warisin meminta pelatihan vokasi bagi pencari kerja disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan potensi daerah masing-masing. Pelatihan itu diharapkan tidak sekadar selesai di ruang kelas, tetapi mampu membuka peluang usaha dan menekan angka pengangguran di Lotim.

"Jenis keterampilan yang diberikan kepada para siswa harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dan sesuaikan dengan keterampilan mereka, supaya pelatihan ini tidak sia-sia,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Selasa (8/9).

Pelatihan vokasi yang digelar Disnakertrans Lotim dinilai sangat bermanfaat bagi anak-anak muda, terutama para pencari kerja lulusan SMK maupun sarjana. Tidak semua anak dinilai memiliki keterampilan dan keahlian sehingga pelatihan ini sangat dibutuhkan.

Baca Juga: SMKPPN Mataram dan SMKN 1 Tarano Kolaborasi Perkuat Vokasi Agribisnis NTB

Dia menekankan, pelatihan harus diberikan sesuai kebutuhan masing-masing peserta dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Pelatihan tidak boleh monoton, tetapi bisa disesuaikan dan dikembangkan sesuai kondisi saat ini.

"Jangan hanya asal-asalan memberikan pelatihan, misalnya hanya pelatihan menjahit saja. Tapi buat pelatihan yang banyak dibutuhkan dan dicari masyarakat,” jelasnya.

Dia mencontohkan pelatihan tata boga. Materi yang diberikan tidak hanya sekadar membuat roti, tetapi harus dikembangkan dengan aneka makanan lainnya yang kekinian sesuai zaman dan banyak diminati anak-anak muda maupun masyarakat umum.

Baca Juga: BPVP Akan Berikan Pelatihan Vokasi Kepada Warga Binaan

Selain itu, materi yang diberikan juga harus melihat sumber daya atau potensi di daerah masing-masing peserta. Setelah pelatihan selesai, potensi itu bisa dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai dan bisa meningkatkan perekonomian peserta.

"Coba lihat sekarang, UMKM kita, yang mereka buat hanya pisang goreng dan pentol saja. Silakan kalau tata boga cari menu, cari model makanan atau snack apa yang kira-kira yang disukai masyarakat, sehingga dibutuhkan dan laku,” jelasnya.

Saat perekrutan peserta, dia juga menekankan agar lebih selektif dengan membaca bakat peserta. Dengan begitu, peserta bisa direkomendasikan untuk mengambil kejuruan yang cocok bagi mereka.

Baca Juga: BPS Sebut TPT Lulusan SMK Tertinggi di NTB, Disnakertrans Siapkan Strategi Pelatihan Vokasi

Tidak hanya peserta, para instruktur juga ditekankan untuk terus memperbarui kemampuan. Terlebih, saat ini materi-materi lebih mudah diakses dengan memanfaatkan digitalisasi, salah satunya melalui tutorial di YouTube atau media sosial lainnya.

"Para peserta juga jangan malu-malu bertanya kepada instruktur, meskipun sudah selesai pelatihan, supaya program pelatihan ini betul-betul bisa berdampak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Lotim M Irham Jayadi menyampaikan, pelatihan vokasi ini dibiayai dari dua sumber, yakni APBN yang menyasar sebanyak 800 orang dan DBHCHT yang menyasar sebanyak 320 orang.

Baca Juga: SMKPPN Mataram Perkuat Vokasi Pertanian Dukung Ketahanan Pangan

"Hari ini kita juga menyerahkan bantuan alat kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan mereka di rumah dan membuat usaha,” jelasnya.

Adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran terbuka di Lotim yang saat ini mencapai 2,82 persen atau sekitar 31 ribu orang. Terlebih, dengan adanya bantuan alat yang diberikan, para peserta bisa membuka usaha di tempat masing-masing.

Keberadaan program pelatihan ini sejauh ini diakui cukup berdampak untuk menekan angka pengangguran di Lotim. Setelah pelatihan selesai, banyak pengusaha baru yang lahir dan terserap dunia kerja.

Baca Juga: Mampukah Lotim Tekan Pengangguran dengan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas?

"Dari hasil monitoring yang kami lakukan pelatihan ini cukup efektif dan memberikan dampak terhadap peserta. Karena kita tidak hanya memberikan pelatihan, tapi kita tetap kontrol, apa yang mereka lakukan, di mana mereka bekerja dan sebagainya,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
loka latihan kerja vokasi pelatihan keterampilan Tata Boga