Bulog Intervensi 155 Anak Stunting di Kecamatan Sakra

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:57 WIB

 

ATASI STUNTING: Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya saat menyerahkan bantuan beras Fortivit, susu dan magic com kepada keluarga anak yang mengalami stunting di Kecamatan Sakra.
ATASI STUNTING: Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya saat menyerahkan bantuan beras Fortivit, susu dan magic com kepada keluarga anak yang mengalami stunting di Kecamatan Sakra.

LombokPost-Melalui program Bulog Peduli Gizi, Perum Bulog menyerahkan bantuan sebanyak 4.650 kilogram beras Fortivit, 13.250 susu UHT, dan 155 unit penanak nasi kepada 155 anak yang mengalami stunting di Desa Sakra.

Program ini ditujukan untuk membantu mengentaskan kasus stunting di Lombok Timur (Lotim), khususnya di Kecamatan Sakra.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan dengan menyasar beberapa titik-titik di Indonesia. Dan hari ini kita menyasar anak-anak di Lotim, di Kecamatan Sakra," terang Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Dhana Putra Prasetya, Kamis (10/9).

Program ini akan berlangsung selama tiga bulan. Setiap bulan, keluarga stunting akan mendapatkan bantuan beras dan susu.

Mereka juga akan mendapatkan pendampingan dari tim kesehatan.

Baca Juga: Perkuat Intervensi Gizi di Lombok Timur, BULOG Peduli Sasar 155 Balita Lewat Program Pendampingan

Keluarga stunting akan diberikan edukasi tentang cara memberikan gizi yang tepat serta mengatasi berbagai permasalahan kesehatan anak.

Program ini diharapkan betul-betul berdampak terhadap tumbuh kembang anak.

"Kita akan terus melakukan pemantauan dan tiga bulan ke depan, kami akan turun kembali melihat dampak program ini," katanya.

Desa Sakra dipilih sebagai lokasi penyaluran bantuan karena Kecamatan Sakra menjadi salah satu kantong stunting di Lotim.

Penentuan lokasi itu sebelumnya juga telah melalui survei oleh Bulog.

Baca Juga: Bulog NTB Pastikan Harga MinyaKita Sesuai Ketentuan HET Rp 15.700

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi menyampaikan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2025, kasus stunting Lotim berada di angka 25 persen.

Diharapkan pada survei tahun ini, angka stunting Lotim bisa menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Apa yang dilakukan oleh Perum Bulog hari ini bagian dari ikhtiar kita untuk menurunkan stunting, dan tentu kita sangat berterima kasih kepada Bulog yang telah membantu Pemkab Lotim untuk mengatasi stunting, khususnya di Sakra," katanya.

Kata dia, masalah stunting tidak hanya disebabkan oleh masalah asupan gizi, tetapi ada variabel lain yang juga harus mendapat perhatian, seperti pola asuh, riwayat penyakit, dan variabel lain.

Baca Juga: BULOG Siapkan 110 Ribu Ton Beras untuk Tekan Harga di Pasar

Karena itu, dalam kegiatan ini tidak hanya diberikan bantuan, tetapi juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak.

Harapannya, jika ada anak yang terdeteksi memiliki penyakit tertentu, bisa ditindaklanjuti.

"Di samping mendapatkan asupan gizi yang baik, kita pastikan bahwa kondisinya memang baik untuk menyerap gizi yang kita berikan," tutupnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Bantuan bulog Lotim CSR Stunting