Puluhan Tahun Rusak, Warga Patungan Perbaiki Jalan

Supardi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 19:09 WIB
GOTONG ROYONG: Puluhan warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang melakukan perbaikan jalan secara Swadaya menggunakan cor-coran.
GOTONG ROYONG: Puluhan warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang melakukan perbaikan jalan secara Swadaya menggunakan cor-coran.  

LombokPost-Warga Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, memperbaiki jalan desa menggunakan cor-coran secara swadaya. Hal itu dilakukan karena jalan yang menjadi akses ke sejumlah desa tidak kunjung mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Puluhan tahun anak-anak, guru, warga dan para petani melalui jalan ini yang kondisinya sangat parah. Sehingga hari ini warga memutuskan untuk turun langsung memperbaikinya,” terang salah seorang warga Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Rodi, Minggu (13/9).

Anggaran perbaikan itu didapatkan dengan melakukan iuran masing-masing Rp 50 ribu dari warga. Dari iuran itu, uang yang terkumpul sebesar Rp 5 juta. Namun, uang itu belum bisa memperbaiki semua ruas jalan dengan panjang 5 kilometer.

Baca Juga: KPBU atau Pinjaman Langsung lewat APBD? Utang SMI untuk Perbaikan Jalan Rusak di Lombok Tengah

Dengan dana yang ada, warga hanya memperbaiki pinggir jalan, terutama di posisi menanjak dan bagian yang kondisinya sangat parah agar lebih aman dilalui masyarakat.

“Yang penting bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Jalan itu dinilai merupakan akses penting untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti mengangkut hasil pertanian dan mobilitas warga. Masyarakat beberapa kali telah menyampaikan kepada Pemkab Lotim agar jalan itu diperbaiki, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan perhatian.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Desak Pemprov NTB Perbaiki Jalan Rusak di Bima, Minta Dialokasikan di APBDP 2026

Tidak adanya kepastian perbaikan membuat warga memutuskan untuk iuran, terutama warga yang memiliki lahan dan kerap melintas di jalan itu. Seperti petani di Desa Ketangga, Desa Sintalangu, dan Desa Selaparang.

“Yang kita mintai ini hanya orang yang bertani dan yang bermukim di sini, artinya hanya warga yang memanfaatkan jalan ini saja yang diminta,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan jalan itu dan melakukan perbaikan secara permanen. Sebab, perbaikan jalan menggunakan cor-coran itu dinilai tidak akan bertahan lama.

Baca Juga: Wabup Lotim Janji Tuntaskan Jalan Rusak Kalijaga Timur di APBDP

“Kami tidak ingin terus bergantung pada swadaya masyarakat, setiap kali jalan mengalami kerusakan kita harus iuran,” katanya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ketangga Arihunul Qirom sangat mendukung kegiatan yang dilakukan warga itu. Dia berharap Pemkab Lotim segera menindaklanjuti keluhan warga untuk memperbaiki jalan tersebut. Terlebih, jalan itu merupakan akses pertanian dan pendidikan.

“Kita apresiasi warga, tapi kalau untuk membantu mereka secara material kami belum bisa dan InsyaAllah kami akan sampaikan ke Pemkab Lotim, karena bagaimana pun jalan itu banyak dimanfaatkan petani kami di Desa Ketangga,” tutupnya. (par/r7)          

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Jalan Lotim Selaparang jalan rusak infrasktruktur