PLN UIP Nusra Genjot Ekowisata Padak Guar, Jalur Trekking Mangrove 90 Persen Rampung

Marthadi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:45 WIB
Perbaikan gapura selamat datang di kawasan Ekowisata Mangrove Desa Padak Guar, Kabupaten Lombok Timur, melalui Program TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra sebagai bagian dari penataan kawasan dan pengembangan potensi wisata di sekitar PLTU Lombok FTP-2.
Perbaikan gapura selamat datang di kawasan Ekowisata Mangrove Desa Padak Guar, Kabupaten Lombok Timur, melalui Program TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra sebagai bagian dari penataan kawasan dan pengembangan potensi wisata di sekitar PLTU Lombok FTP-2.

 

LombokPost – Kawasan mangrove Padak Guar, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, mulai ditata serius untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Setelah menanam 3.000 bibit mangrove, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kini menuntaskan renovasi jalur trekking di kawasan tersebut.

Progres renovasi jalur trekking yang berada di kawasan ring 1 PLTU Lombok FTP-2 Sambelia itu kini telah mencapai 90 persen.

Penataan jalur dilakukan untuk memperbaiki akses sekaligus membuat kawasan mangrove lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung. Jalur tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan wisata sekaligus edukasi lingkungan.

Kepala Dusun Padak Guar Riyan Pebriansyah mengapresiasi dukungan PLN dalam penataan kawasan mangrove. Menurut dia, perbaikan jalur trekking menjadi salah satu langkah penting untuk mengembangkan potensi wisata yang selama ini dimiliki kawasan tersebut.

Baca Juga: Esports Indonesia Masuk Era Baru, PB ESI Fokus Perkuat Regulasi dan Lindungi Atlet

"Perbaikan jalur trekking ini membuat kawasan mangrove menjadi lebih tertata dan mudah diakses. Kami berharap ke depannya semakin banyak masyarakat yang datang dan kawasan ini bisa berkembang menjadi tempat wisata yang memberikan manfaat bagi warga," ujar Riyan.

Menurut Riyan, pengembangan kawasan mangrove tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata. Keberadaan hutan mangrove juga memiliki fungsi ekologis penting bagi kawasan pesisir, termasuk membantu melindungi wilayah dari gelombang serta menjadi habitat berbagai jenis biota.

General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung mengatakan, pengembangan ekowisata mangrove Padak Guar merupakan bagian dari pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Baca Juga: Mentan Ungkap 25 Merek Beras Diduga Tak Sesuai Label, Konsumen Terancam Rugi Rp89 Triliun

"Renovasi jalur trekking menjadi salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan program sekaligus mengembangkan potensi ekowisata di Padak Guar. Kami berharap penataan kawasan ini tidak hanya memperkuat fungsi lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dari kegiatan wisata yang tumbuh di kawasan tersebut," kata Manurung.

PLN UIP Nusra selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelompok masyarakat, Pokdarwis, dan pihak terkait dalam pengembangan kawasan tersebut.

Penataan mangrove Padak Guar diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Kawasan itu ditargetkan berkembang sebagai ruang wisata dan edukasi lingkungan sekaligus menjadi salah satu sumber peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Padak Guar.

 

Editor : Marthadi
PLTU Lombok FTP-2 Mangrove Padak Guar Ekowisata Lombok Timur Jalur trekking mangrove PLN UIP Nusra