LombokPost-Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Lando Daye dan Dusun Kertasari, Desa Lando, Kecamatan Terara, kesulitan air bersih dampak kemarau tahun ini. Bahkan, kondisi ini terjadi hampir setiap tahun.
“Kekeringan ini mulai terjadi sejak empat bulan lalu. Alhamdulillah kemarin kami mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Lotim sebanyak tiga tangki,” terang Kepala Dusun Lando Daye Zainal Abidin, Kamis (17/9).
Kata dia, kekeringan di Dusun Lando Daye tersebar di tiga titik. Kondisi geografis Lando Daye yang merupakan daerah perbukitan membuat air yang dialirkan dari mata air Tereng Wilis tidak bisa mengalir hingga ke rumah warga, terlebih debit air sangat kecil dampak kemarau.
Baca Juga: Tanggap Darurat Kekeringan di Lombok Barat, LAZISKU NTB salurkan bantuan 50.000 liter air bersih
Dusun itu tidak memiliki sumber air lain yang bisa dimanfaatkan warga, seperti sumur bor atau sumur gali. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saat ini, warga terpaksa harus berjalan mengambil air di dusun lain yang jaraknya sekitar 2 kilometer.
“Jumlah KK di Dusun Lando Daye sebanyak 270 KK yang terdampak kekeringan. Sekarang warga harus jalan ke sumur warga di dusun sebelah untuk mengambil air,” bebernya.
Mengatasi persoalan kekeringan ini, pihaknya sudah meminta bantuan distribusi air bersih ke sejumlah pihak untuk solusi jangka pendek. Sejauh ini, hanya Polres Lotim yang telah mendistribusikan air bersih. Untuk solusi jangka panjang, dia berharap Pemkab Lotim bisa membuatkan sumur bor di dusun itu agar kekeringan tidak terus terjadi setiap tahun.
Baca Juga: Kekeringan di NTB Meluas ke 66 Kecamatan, 3,4 Juta Liter Air Disalurkan
“Air bersih ini tolok ukur dari semuanya. Kalau tidak ada air semuanya akan ikut terdampak dan terlantar. Karena air adalah kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekdes Lando Safari Azhari menambahkan, di Desa Lando terdapat tujuh dusun, namun yang paling terdampak kekeringan hanya dua dusun. Kendati di dusun-dusun lain debit sumur gali maupun sumur bor warga juga sudah mulai berkurang.
“Di dusun lain juga memang terdampak, tapi air sumur bor masih bisa dimanfaatkan, meskipun debitnya agak berkurang,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Lobar Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Sebenarnya, kata dia, Desa Lando selama ini memanfaatkan mata air Tereng Wilis. Hanya saja, pengelolaan mata air itu tidak maksimal karena ada sedikit masalah. Terlebih, geografis Dusun Lando Daye yang perbukitan juga membuat air sulit mengalir.
Mengatasi persoalan ini, Pemdes Lando telah menjalin komunikasi dengan PDAM Lotim untuk membuat jaringan air bersih dari mata air yang sudah ada menuju rumah-rumah warga. Sehingga persoalan ini tidak terjadi setiap tahun.
“Mudah-mudahan ada solusi jangka panjang nantinya yang bisa dilakukan. Apakah membuat sumur bor atau air PDAM disambungkan ke rumah-rumah warga,” katanya. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post