Tisu dan Kotoran Manusia Cemari Rinjani, TNGR Tekankan Pengunjung Jaga Kebersihan Rinjani

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:27 WIB
PENDAKI RINJANI: Seorang pendaki sedang berjalan menyusuri jalur pendakian sembari menikmati keindahan alam sekitar Rinjani saat melakukan pendakian belum lama ini.
PENDAKI RINJANI: Seorang pendaki sedang berjalan menyusuri jalur pendakian sembari menikmati keindahan alam sekitar Rinjani saat melakukan pendakian belum lama ini.  

LonbokPost-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyoroti sampah tisu dan kotoran manusia yang masih ditemukan di kawasan Gunung Rinjani. Pendaki diminta menjaga kebersihan dan memanfaatkan fasilitas toilet yang telah disediakan.

“Setiap pengunjung wajib menjaga kebersihan kawasan dengan tidak meninggalkan sampah di gunung, terutama sampah tisu,” terang Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGR Astekita Ardiaristo, Jumat (18/9).

Selain sampah tisu, dia juga menekankan pengunjung tidak buang air besar (BAB) sembarangan di Gunung Rinjani.

Diharapkan pengunjung memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan agar tidak mencemari lingkungan dan keindahan Rinjani.

Baca Juga: WNA China Terpeleset di Gunung Rinjani, Dievakuasi Tim SAR Setelah Pingsan

Astekita menyebutkan, BTNGR telah menyediakan sejumlah sarana tempat buang air besar atau toilet di Rinjani, seperti di Pelawangan Sembalun, Danau Segara Anak, dan Pos II.

“Kami sudah sediakan WC di beberapa titik. Silakan manfaatkan itu, jangan meninggalkan kotoran manusia di gunung,” tegasnya.

Astekita mengakui bahwa aturan-aturan yang sudah diberlakukan selama ini belum dijalankan sepenuhnya oleh para pendaki. Kendati demikian, aturan itu dinilai cukup efektif untuk mengurangi sampah di Rinjani.

Baca Juga: Menyapa Rinjani dari Negeri Atas Awan

Kesadaran para pendaki atau pengunjung sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan Rinjani dengan tidak meninggalkan jejak yang dapat merusak alam. Menurutnya, meskipun sudah ada aturan, namun tanpa kesadaran dari pengunjung, hal itu dinilai akan sia-sia.

“Seberapa pun ketat aturan yang diterapkan jika tidak ada kesadaran percuma juga. Meskipun kami juga selalu mengawasi dan memberikan edukasi ke pendaki,” katanya.

Sementara terkait adanya video yang beredar di media sosial belakangan ini yang menunjukkan kondisi Gunung Rinjani dipenuhi sampah tisu dan kotoran manusia, hal itu ditegaskan akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan menjadi perhatian serius BTNGR.

Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Pelaku Wisata Rinjani Inisiatif Bawa APAR

Pihaknya juga telah menindaklanjuti video itu dengan melakukan penguatan edukasi dan pengawasan serta melakukan pembersihan di lokasi itu.

“Menjaga kebersihan kawasan Gunung Rinjani merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan,” tandasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
pendaki kotoran Gunung Rinjani sampah BTNGR