Wali Kota Jambi Belajar Tata kelola Pariwisata ke Lotim

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:01 WIB
CINDRA MATA: Bupati Lombok Timur dan Wali Kota Jambi saat bertukar cendera mata seusai acara diskusi di ruang rapat bupati Lombok Timur.
CINDRA MATA: Bupati Lombok Timur dan Wali Kota Jambi saat bertukar cendera mata seusai acara diskusi di ruang rapat bupati Lombok Timur.

 

LombokPost- Wali Kota Jambi Maulana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kunjungan ini untuk belajar bagaimana pembangunan dan pengembangan desa wisata di Lotim, yang dinilai berhasil mendorong perekonomian masyarakat.

“Dan itu sejalan dengan visi misi Kota Jambi di tahun 2027. Untuk itulah kami tertarik untuk belajar ke Lotim, “ terang Wali Kota Jambi, Maulana, Selasa (22/9).

Disebutkan, Kota Jambi memiliki  program Kampung Bahagia. Di mana setiap RT diberikan dana pembangunan untuk stimulus pembangunan di wilayahnya, dengan berbasis gotong royong dan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Banyak Desil Tidak Sesuai, Pemkab Lotim Berikan Atensi

Pada tahun pertama ini, program tersebut  sudah berjalan dan sangat dirasakan dampaknya, mulai dari infrastruktur, kebersihan, tata kelola sampah yang sangat bagus.

“Sehingga kami dan Bupati Lotim, kemarin Sama-sama mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri tentang tata kelola persampahan, “ Katanya.

​Maulana menyebutkan, melihat pengelolaan Desa wisata di Lotim.

Pemkot Jambi akan mendorong  kampung-kampung bahagia yang ada di Kota Jambi untuk menjadi kampung wisata. Ia melihat  92 desa wisata di Lotim sudah saat ini cukup berkembang.

Baca Juga: Hiu Paus Jadi Aset Ekonomi Biru dan Pariwisata Sumbawa

Kota Jambi dan Lotim dinilai memiliki karakter yang sama. Sehingga pihaknya akan menjalin kerja sama dalam pengembangan kampung wisata.

Terutama bagaimana langkah-langkah pembentukan Pokdarwis, pembinaan terhadap masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun desa menjadi desa wisata.

“Tadi dicontohkan ada beberapa desa yang kemudian secara mandiri bisa membiayai pembangunan di desanya dan ekonomi masyarakatnya tumbuh dan berkembang. Ini yang sangat menarik, ”jelasnya.

Dia melihat Jambi dan Lotim memiliki banyak kemiripan, terutama dalam karakter budaya. Pengembangan budayanya, dan sama-sama memiliki mayoritas penduduk yang beragama muslim.

Baca Juga: Konflik Layanan Transportasi Rusak Citra Pariwisata NTB, Dewan Minta Dishub Segera Turun Tangan

Bupati Lotim Haerul Warisin mengakui dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. 

Lotim diakui tidak bisa mengalahkan Kota Jambi. Karena Jambi memiliki, fasilitas perhotelan dan restoran sangat banyak.

“Jumlah kamar hotel kita di Lotim hanya 1.500 kamar. Sementara di Jambi sampai 4.000 sekian. Jadi wajar kita hanya dapat PAD dari Pariwisata hanya Rp 153 miliar dan Jambi di atas Rp 400 miliar, “ jelasnya.

Bupati menyebutkan ada beberapa hal yang bisa diadopsi dari Jambi untuk diterapkan di Lotim. Salah satunya adalah penarikan pajak. Baik pajak makan-minum, pajak penginapan, dan pajak lainnya.

Baca Juga: Teluk Saleh Punya Potensi Besar, Didorong Jadi Konservasi sekaligus Pariwisata Berbasis Masyarakat

Diakui capaian pajak dari sektor Pariwisata di Lotim masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan banyak pemilik hotel belum membayar pajak, terutama hotel dan restoran yang dimiliki oleh masyarakat lokal.

“Kalau pemiliknya  atau ownernya itu orang luar, mereka sudah tertib bayar pajak, tapi yang jadi persoalan kita ini yang hotel dan restoran miliknya masyarakat lokal, ini yang masih menjadi tugas kita, “ tutupnya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Pemkab Lotim desa wiata jambi Lotim Pariwisata