Wakil Rektor IAIH Pancor Minta Masyarakat Tidak Menghakimi Pondok Pesantren

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:21 WIB
Abdul Hayyi Akrom
Abdul Hayyi Akrom

 

LombokPost- Wakil Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Dr Abdul Hayyi Akrom meminta agar oknum tuan guru di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Tengah yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya agar ditindak tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Jika terdapat kejadian atau kasus di sebuah pondok pesantren yang melanggar hukum atau pidana atau apapun itu, maka oknum yang bersangkutan harus ditindak secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," terang Wakil Rektor IAIN Hamzanwadi Dr Abdul Hayyi Akrom. 

Namun ia meminta tidak memberikan penghakiman terhadap pondok pesantren. Karena pondok pesantren secara kelembagaan dan secara institusi telah memberikan banyak sumbangan terhadap perjalanan kehidupan umat.

Baca Juga: TGH M Imanuddin Sumar Klaim Difitnah soal Pelecehan Santri, Mundur dari Ponpes dan Siap Lapor Balik

Kata dia, pondok pesantren di Indonesia telah memiliki perjalanan yang sangat panjang. Bahkan pondok pesantren telah eksis, telah survive jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Dan kita tahu bahwa aktor-aktor utama pendirian pondok pesantren itu adalah tokoh-tokoh agama atau para ulama-ulama kita," jelasnya.

Karena perjalanannya yang sudah sangat panjang ini, kata dia tidak bisa dibantah bahwa pondok pesantren telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap perjalanan, bangsa Indonesia.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan di Ponpes Loteng Viral, DPRD NTB TGH Patompo Minta Kemenag Bergerak Cepat

Banyak sekali pahlawan-pahlawan besar dari pondok pesantren. Para pejuang-pejuang kemerdekaan itu juga berasal dari pondok pesantren, baik menjadi kyai pesantren ataupun jadi santri dan santriwati pondok pesantren, dan itu sangat banyak di Indonesia. 

"Pondok pesantren itu telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan umat," katanya.

Terutama dalam konteks pendidikan ilmu agama, memberikan literasi yang luar biasa panjang dan lengkap untuk kehidupan keagamaan umat, maka tentu pondok pesantren itu juga perlu mendapat perhatian dari semua kalang. 

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Santriwati di Lombok Tengah, Orang Tua Ramai-ramai Jemput Anak di Ponpes

Tanggung jawab semua khususnya dari umat Islam, untuk memberikan yang terbaik bagi perjalanan pondok pesantren di tanah air sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

Jadi di mana pun pesantren tersebut,  jika terdapat kejadian-kejadian yang melanggar hukum atau kasus pidana maka oknum tersebut atau oknum yang berbuat melanggar hukum itu harus ditindak untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang melanggar hukum tersebut. 

​Pada satu sisi bahwa pondok pesantren yang melakukan kegiatan-kegiatan penyelenggaraan pendidikan agama harus tetap diperkuat.

Baca Juga: Kejari Loteng Pastikan Hak Anak Terpenuhi, Kasus Kebakaran Fatal di Ponpes Loteng

Ponpes harus tetap didorong untuk menjadi maju. Karena di dalam pondok pesantren banyak generasi penerus bangsa, santri dan santriwati yang sedang belajar, yang sedang menggantungkan cita-citanya, yang sedang menaruh harapannya untuk masa depannya dan untuk masa depan bangsa kita. 

Dia berharap agar lebih komprehensif, lebih arif dalam melihat fenomena-fenomena yang terjadi di pondok pesantren. Dan karena bagaimanapun pondok pesantren telah menjadi bagian dari kekhasan dan keistimewaan pendidikan Islam di tanah air. 

"Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, pondok pesantren kita yang jumlahnya ribuan di seluruh tanah air ini, semakin maju, semakin berkembang, bahkan mudah-mudahan menjadi mampu menjadi kiblat pendidikan Islam dari seluruh dunia, " tutupnya. 
​

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
tuan guru Ponpes NWDI santriwati pelecehan seksual