Siswa SRMA Lotim Ikuti Pra-MPLS, Calon Siswa Diberi Motivasi dan Edukasi

Supardi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 23:38 WIB
MPLS: Guru dan Sisa SRMA Lombok Timur saat mengikuti pra MPLS di Ballroom kantor Bupati Lotim
MPLS: Guru dan Sisa SRMA Lombok Timur saat mengikuti pra MPLS di Ballroom kantor Bupati Lotim

LombokPost-Puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur (Lotim) dan Sekolah Rakyat Terintegrasi mengikuti kegiatan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Ballroom Lantai II Kantor Bupati Lotim.

Kegiatan tersebut diikuti oleh calon siswa beserta wali atau orang tua, pendamping, serta jajaran terkait sebagai bagian dari persiapan sebelum dimulainya proses pendidikan dan kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Lombok Utara, Saripudin menyampaikan meskipun pertemuan perdana berlangsung di Lotim, namun dirinya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan di SRT 1 Kabupaten Lombok Utara.

Baca Juga: Melihat Kegiatan Open House SRMA 38 Lombok Timur, Gelar Pentas Seni, Tampilkan Hasil Karya, dan Ajang Refleksi Satu Tahun SRMA

"Pelaksanaan MPLS semula direncanakan pada Juni lalu, namun harus ditunda karena pembangunan fasilitas sekolah belum sepenuhnya memadai, " Terjaganya.

Kondisi tersebut, menurutnya berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik yang menjadi prioritas utama. Penundaan MPLS tidak berarti peserta didik akan tertinggal dalam pembelajaran.

Sekolah Rakyat telah menyiapkan program matrikulasi sebagai bagian dari proses penyesuaian peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran secara penuh.
Baca Juga: Penjangkauan Siswa Baru SRMA 38 Lotim Tembus 348 Anak

"Berbagai kebutuhan peserta didik telah dipersiapkan oleh pemerintah. Untuk itu kami harap para siswa dapat mengikuti pendidikan dengan baik karena kebutuhan dasar selama berada di Sekolah Rakyat telah diperhatikan oleh pemerintah, " Katanya.

‎Sementara itu, Pejabat yang mewakili Kepala Satker Kementerian Pekerjaan Umum, Ririn Budianti, melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai 94,32 persen. Pihaknya terus berupaya menyelesaikan sisa pekerjaan lebih dari lima persen agar pembangunan dapat terealisasi sesuai target tahun ini.

‎“Kami mohon bapak dan ibu bersabar menunggu. Keselamatan dan kenyamanan anak-anak menjadi yang nomor satu,” ujarnya.

Baca Juga: Belajar Geometri Tak Lagi Membosankan, Siswa SRMA 38 Lombok Timur Antusias Gunakan Media Digital

Kepala Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI, Arif Rahman memberikan motivasi sekaligus edukasi mengenai konsep Sekolah Rakyat kepada calon siswa dan orang tua.

"Sekolah Rakyat merupakan sekolah negeri unggulan yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, dengan kurikulum yang mengacu pada kurikulum sekolah negeri, "jelasnya.

Perbedaannya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan aktivitas pendidikan dan pembinaan yang berlangsung selama 24 jam.

‎Baca Juga: Belajar Geometri Tak Lagi Membosankan, Siswa SRMA 38 Lombok Timur Antusias Gunakan Media Digital

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, bimbingan keagamaan, kedisiplinan, serta pembentukan kemandirian peserta didik. 

"Peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1,"jelasnya.

Pendidikan diberikan secara gratis dengan perhatian terhadap berbagai kebutuhan siswa, termasuk aspek gizi. ‎Diharapkan seluruh calon siswa dapat memanfaatkan kesempatan dan fasilitas yang diberikan melalui Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga: Kiprah Irfan Sohandi, Murid Pertama SRMA 38 Lotim, Sempat Daftar Jadi Pekerja Migran, Kini Wakili NTB Hingga Tingkat Nasional

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lotim Siti Aminah berharap seluruh calon siswa dapat menjalani proses pendidikan dan kehidupan berasrama dengan baik, merasa nyaman, serta mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

‎“Semoga para siswa-siswi baru yang akan bersekolah dan berasrama di Sekolah Rakyat dapat betah dan belajar dengan sungguh-sungguh,” harapnya.

‎Kegiatan Pra-MPLS tersebut menurutnua  menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman awal kepada calon siswa dan orang tua mengenai sistem pendidikan, kehidupan berasrama, serta berbagai program pembinaan yang akan dijalani di Sekolah Rakyat. (par)

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
SRMA 38 Lombok Timur mpls ditunda KLU sr Sekolah Rakyat