LombokPost-Tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lombok Timur (Lotim) akan kembali dibangun, yakni di Desa Pemongkong, Tanjung Luar, dan Sugian.
Pembangunan KNMP di tiga lokasi itu saat ini dalam tahap pengukuran kondisi awal atau MC-0.
“Sudah fiks akan dibangun di tiga lokasi ini. Kemarin sudah diukur kondisi awal atau MC-0,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim M Tasywiruddin, Minggu (27/9).
Kata dia, lahan pembangunan tiga KNMP itu sudah memenuhi syarat. Pemerintah juga telah mengontrak pekerjaan pembangunan. Ditargetkan dalam waktu dekat pembangunan fisik akan segera dilakukan.
Baca Juga: KNMP Kuta Lombok Tengah Batal Dibangun, Ini Penyebabnya
Selain tiga KNMP itu, pihaknya juga tengah berupaya untuk mendapatkan dua tambahan KNMP lagi di Lotim. Namun, hal ini terkendala lahan.
Mengingat sebagian besar wilayah pesisir memiliki status kepemilikan yang beragam.
“Lahan di pesisir ini sangat sulit. Ada desa yang mau menghibahkan lahan, tetapi proses hibah membutuhkan waktu lama. Pemerintah pusat tidak berani melanjutkan kalau lahannya belum clear and clean,” ujarnya.
Penambahan dua KNMP ini diakui agak sulit untuk terwujud karena terkendala lahan.
Untuk itu, pihaknya tengah fokus pada pembangunan tiga lokasi itu. Diharapkan tiga KNMP itu segera dibangun karena semua persyaratan sudah dipenuhi.
Saat ini, pihaknya juga tengah menunggu serah terima KNMP Ekas Buana yang sudah lama rampung. Bahkan fasilitas KNMP itu sudah mulai beroperasi.
“Bahkan pengelola sudah mendapatkan hasil dari fasilitas yang ada, seperti pabrik es, perbengkelan, cold storage, dan kios kuliner,” katanya.
Tasywir menyampaikan, sejauh ini pengelola belum memanfaatkan cold storage yang ada di KNMP untuk menyimpan ikan ekspor, seperti tuna dan cakalang.
Hal ini dikarenakan belum adanya kapal besar penunjang KNMP yang membawa ikan itu.
Baca Juga: Dewan Dorong KNMP Baru Lengkap dengan SPBN
Namun, kata dia, pemerintah telah berjanji untuk memberikan bantuan kapal berkapasitas sekitar 5–10 GT untuk mendukung aktivitas perikanan di Ekas.
“Jadi cold storage itu saat ini untuk sementara dimanfaatkan untuk menyimpan ikan rucah sebagai pakan lobster,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Pengelola KNMP Ekas Buana Yanto Salim Ilmi menyampaikan, saat ini semua fasilitas yang ada di KNMP sudah mulai beroperasi, mulai dari gudang beku portabel.
Bahkan KNMP sudah berhasil mendapatkan omzet bersih sebesar Rp 2 juta per minggu dari hasil penjualan ikan.
“Selanjutnya dari pabrik es, semakin banyak permintaan dari nelayan kami, terutama dari ibu-ibu yang menjual ikan keliling,” terang Yanto.
Baca Juga: Loteng Usulkan KNMP Baru di Awang dan Kuta
Sementara untuk fasilitas bengkel nelayan, juga sudah beroperasi dan menyediakan beberapa onderdil, oli, berbagai peralatan mesin perahu juga sudah tersedia.
Para nelayan tidak perlu lagi jauh-jauh untuk melakukan servis perahu. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post