Wargabinaan Lapas Selong Tampil Memukau di Lombok Vespa Festival

Supardi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:04 WIB
MAIN AKAN: Sejumlah wargabinaan Lapas Kelas IIB Selong saat memainkan musim pada
MAIN AKAN: Sejumlah wargabinaan Lapas Kelas IIB Selong saat memainkan musim pada Lombok Vespa Festival. 

 

Lombok Post-Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong turut memeriahkan Lombok Vespa Festival dengan menampilkan kesenian tradisional khas Lombok, yakni Peresean dan Cilokaq.

"Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Selong memberikan ruang bagi warga binaan untuk menampilkan potensi dan kreativitas yang diperoleh melalui program pembinaan, " Terang Kepala Lapas Kelas IIB Sleong Sudirman.

Penampilan Peresean dan Cilokaq menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pengembangan kepribadian dan pelestarian budaya daerah.

Baca Juga: Lapas Selong Geledah Kamar Hunian Narapidana dan Tes Urine Sejumlah Petugas

Warga binaan tampil dengan penuh antusias, menunjukkan kemampuan, kekompakan, serta rasa percaya diri dalam membawakan kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Lombok.

"Kesempatan wargabinaan untuk tampil dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial, " Imbuhnya.

Kata dia, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus mengembangkan potensi positif yang mereka miliki. Melalui Peresean dan Cilokaq, mereka tidak hanya berkarya, tetapi juga ikut menjaga dan memperkenalkan budaya Lombok.

Baca Juga: DPR Dorong Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Diusut secara Pidana

Keikutsertaan wargabinaan Lapas Selong dalam Lombok Vespa Festival diharapkan semakin menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, dan semangat berkarya bagi WBP.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa proses pemasyarakatan terus diarahkan untuk membentuk pribadi yang lebih positif dan memiliki bekal keterampilan serta nilai budaya ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. (par)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
warga binaan Lotim Lapas FESTIVAL vespa