LombokPost-Berkat kegigihan dan tidak kenal lelah, jasa sol sepatu Ridwan asal Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, kini cukup terkenal di Lombok Timur (Lotim).
Bahkan hampir semua pejabat di kantor-kantor pemerintahan di Lotim mengenal dan menggunakan jasanya.
Tepat di sudut timur Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), sebuah kendaraan roda tiga dengan atap terpal terparkir di antara ratusan kendaraan pegawai di kantor itu.
Sementara sang pemilik, Ridwan, terlihat duduk bersandar, sembari menjahit sepasang sandal milik seorang pelanggan yang akan terlepas dari alasnya.
Tangannya terlihat sangat lincah menjahit bagian pinggir sandal. Meski dilakukan secara manual, hasilnya cukup rapi, layaknya hasil mesin.
Baca Juga: Usai Sabet Sepatu Emas Eropa Kedua, Harry Kane Kini Incar Ballon d'Or
Ridwan bercerita, menjadi tukang sol sepatu sudah digeluti sejak 25 tahun lalu. Sebelum di kantor-kantor pemerintahan, ia sebelumnya keliling ke desa-desa dengan berjalan kaki untuk menawarkan jasanya.
“Sambil memikul alat-alat menggunakan tas. Karena waktu itu belum punya kendaraan,” terang Ridwan, Senin (28/9).
Saat itu, upah menjahit sepatu masih sangat murah, hanya Rp 2.000-Rp 2.500 per sepasang sepatu atau sandal. Namun pekerjaan itu tetap ia kerjakan dengan penuh semangat.
Baca Juga: Kisah Shello, Atlet Sepatu Roda Peraih Emas Porprov dari Lombok Timur, Lutut Penuh Luka, Latiha
Setelah tiga tahun jasa sol sepatu itu dijalankan dengan jalan kaki dan memikul alat menggunakan tas, ia kemudian membuat gerobak lebih besar agar lebih banyak barang-barang dan peralatan jahit yang bisa dibawa keliling dengan berjalan kaki.
“Saya buat gerobak, untuk menaruh barang-barang, itu saya pikul sambil keliling ke Kecamatan Sakra, Sukamulia dan yang lain,” jelasnya.
Jasa sol sepatu miliknya mulai banyak dikenal, sehingga ia memutuskan keliling menggunakan sepeda. Pekerjaan yang rapi dan cepat diakui membuat jasanya sering digunakan masyarakat.
Baca Juga: Atlet Sepatu Roda Lalu Dafa Maulana Rahman Bersinar di China, Bawa Pulang 1 Medali Emas dan 2 Perak
Usaha sol sepatunya hampir setiap tahun mengalami pertumbuhan.
Pelanggan demi pelanggan datang silih berganti menggunakan jasanya. Agar lebih efektif melayani pelanggan, ia akhirnya menyewa sepeda motor untuk keliling sol sepatu ke rumah-rumah warga.
“Setelah pakai sepeda saya menyewa sepeda motor Rp 200 ribu per bulan saat itu. Setelah beberapa tahun menyewa, saya memberanikan diri untuk kredit sepeda motor,” katanya.
Pekerjaan sol sepatu ini diakui menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Meski berpenghasilan tidak menentu, dari upah yang didapatkan ia bisa menyisihkan sebagian upahnya untuk digunakan mencicil sepeda motor.
“Sekarang keliling di sekitar Selong saja. Ke kantor-kantor dinas, Kantor Camat, Pengadilan dan kantor-kantor yang lain. Kalau sudah siang standby di Kantor Bupati,” ungkapnya. (*/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post