Melihat Cara Puskesmas Sakra Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB
CEK KESEHATAN: Masyarakat Desa Sakra memeriksakan kesehatan mereka setelah didatangi oleh petugas kesehatan.
CEK KESEHATAN: Masyarakat Desa Sakra memeriksakan kesehatan mereka setelah didatangi oleh petugas kesehatan. 

LombokPost-Jajaran Puskesmas Sakra tidak hanya menunggu masyarakat datang memeriksakan kesehatan langsung ke puskesmas. Namun, mereka membuat inovasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memeriksakan kesehatan.

Sejumlah petugas kesehatan terlihat menenteng alat kesehatan lengkap dengan obat-obatan.

Sementara puluhan masyarakat mulai dari bayi hingga lansia terlihat antusias menunggu giliran untuk diperiksa kesehatannya.

Pemeriksaan kesehatan tidak dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes), melainkan langsung di rumah-rumah warga. Kegiatan ini dinamakan Geprek Sakra.

Geprek di sini bukan makanan ayam geprek. Namun, sebuah inovasi pemeriksaan kesehatan yang digalakkan Puskesmas Sakra.

Baca Juga: Getak Mako Bawa Desa Sakra Selatan Wakili NTB di Lomba Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional

Kepala Puskesmas Sakra Erna Sri Hidayani menyampaikan, Geprek Sakra merupakan kepanjangan dari Gerakan Bersama Periri Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sakra.

Melalui inovasi ini, Puskesmas Sakra tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas atau di posyandu saja, namun langsung turun menyasar masyarakat ke rumah-rumah mereka.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG). Karena kita secara target masih kurang, dan bisa berpengaruh ke penemuan penyakit hipertensi, kencing manis, mata dan penyakit yang lain,” terang Kepala Puskesmas Sakra Erna Sri Hidayani, Selasa (29/9).

Inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memeriksakan kesehatan.

Selama ini, partisipasi masyarakat ke posyandu dinilai masih sangat kurang. Masyarakat yang datang memeriksakan kesehatan ke layanan posyandu hanya itu-itu saja.

Baca Juga: Bulog Intervensi 155 Anak Stunting di Kecamatan Sakra

Pelayanan Geprek ini dilakukan pada sore hari. Hal ini dilakukan agar partisipasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih tinggi.

Dalam sekali turun, pelayanan akan dilakukan di beberapa titik berbeda.

“Selama ini di Posyandu lokasinya sudah tetap, sasarannya itu-itu saja, akhirnya yang datang itu-itu saja juga. Sehingga melalui inovasi Geprek ini kita coba ke lokasi yang lebih jauh dari Posyandu, dengan menentukan lokasi yang berbeda dan waktunya sore hari,” imbuhnya.

Kata dia, inovasi ini baru beberapa hari berjalan. Namun, pada hari pertama, antusiasme masyarakat untuk memeriksakan kesehatan dinilai cukup tinggi.

Dari empat lokasi yang didatangi, sebanyak 250 masyarakat berhasil terjaring melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Sakra Jadi Pilihan Baru Sekolah Rakyat Permanen

Dalam inovasi ini, pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kesehatan gigi, mata, gula darah, pemeriksaan laboratorium, dan penyakit-penyakit lainnya.

“Yang banyak kita temukan itu sakit gigi. Banyak masyarakat yang giginya bermasalah. Termasuk gula darah yang tinggi,” jelasnya.

Kata dia, kegiatan ini akan terus digalakkan setiap bulan. Melalui kegiatan ini, partisipasi masyarakat untuk melakukan cek kesehatan diharapkan semakin tinggi sehingga semakin banyak penyakit yang bisa ditemukan. Dengan begitu, pencegahan bisa dilakukan.

Baca Juga: Kejar Momen Sakral Maulid Nabi, Ketua DPRD NTB Dorong Percepatan Rekonstruksi Rumah Korban Kebakaran

Target CKG Puskesmas Sakra tahun ini sebesar 42 persen. Namun, baru tercapai 23 persen. Dengan adanya inovasi ini, capaian CKG Lotim dalam tiga bulan ke depan diharapkan bisa mencapai target.

“Mudah-mudahan bisa mencapai target. Tapi terpenting adalah semakin banyak penyakit masyarakat yang bisa kita temukan, semakin banyak juga yang bisa dicegah lebih awal agar tidak semakin parah,” jelasnya.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diperiksa kesehatannya dan dilakukan skrining.

Namun, juga diberikan obat, edukasi kesehatan hingga rujukan bagi masyarakat yang terindikasi memiliki penyakit yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
sakra Kesehatan Puskesmas Lotim Inovasi