Sistem Deposit Tekan Sampah di Pergasingan

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:59 WIB
SAMPAH BERKURANG: Sejumlah calon pendaki di bukit Pergasingan saat melakukan pendaftaran dan pemeriksaan barang bawaan sebelum melakukan pendakian.
SAMPAH BERKURANG: Sejumlah calon pendaki di bukit Pergasingan saat melakukan pendaftaran dan pemeriksaan barang bawaan sebelum melakukan pendakian.

 

LombokPost-Penerapan aturan baru berupa sistem ceklis barang bawaan dan deposit sampah di kawasan wisata Bukit Pergasingan, Kecamatan Sembalun, dinilai sangat efektif untuk mengurangi sampah di jalur pendakian dan berhasil menjaga kelestarian alam.

“Setelah berjalan lebih dari satu bulan, skema ini berhasil mengubah perilaku para pendaki dan mengurangi timbunan sampah di sepanjang jalur pendakian,” terang Ketua Pengelola Bukit Pergasingan Royal Sembahulun, Rabu (30/9).

Kata dia, penerapan sistem ini sangat berdampak terhadap kebersihan kawasan. Sebelumnya, dalam seminggu pengelola bisa melakukan kegiatan clean up sampah dua hingga tiga kali. Kini hanya dilakukan seperlunya saja, itu pun hanya membersihkan sisa sampah yang tertiup angin.

Baca Juga: 500 Relawan Tangani Sampah MotoGP Mandalika 2026

Skema deposit sampah ini ditegaskan bukan semata-mata untuk memberikan denda atau mencari keuntungan, namun murni dilakukan untuk edukasi dan menjaga lingkungan dari sampah.

“Sebelum naik, tas dan ransel para pendaki diperiksa untuk mencatat barang-barang yang berpotensi menjadi sampah,” bebernya.

Dalam aturan ini, pengelola menetapkan jaminan berupa uang deposit sebesar Rp 10.000 per item barang bawaan. Bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya deposit, pengelola menyediakan fasilitas wadah isi ulang dan merekomendasikan pengemasan ulang barang bawaan sebelum mendaki.

Baca Juga: Asap Masih Mengepul, Kebakaran di Kawasan Rinjani Capai 1.098 Hektare

Ditegaskan, uang deposit itu dipastikan akan dikembalikan 100 persen setelah para pendaki turun dan membawa kembali seluruh sampah sesuai catatan ceklis.

“Strategi ini bukan semata-mata kita untuk mencari keuntungan. Kita justru sangat bangga ketika pendaki membawa sampahnya full turun sehingga uang depositnya pun kita kembalikan utuh,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi adanya sampah yang hilang akibat gangguan satwa, para pendaki sebelum melakukan pendakian akan diberikan pengarahan. Terutama bagaimana menjaga sampah-sampah agar tidak diganggu monyet.

Baca Juga: Rinjani Masih Dilahap Api, 1.098,75 Hektare Terdampak Kebakaran hingga Lereng Utara Sangkareang

Melihat keberhasilan ini, diharapkan sistem ceklis dan deposit sampah ini dapat direplikasikan ke bukit-bukit lainnya di kawasan Sembalun demi menjaga kelestarian ekosistem secara menyeluruh. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
pergasingan pendaki sampah bukit sembalun