LombokPost-Bank Indonesia (BI) NTB membina empat kelompok tani bawang putih di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Pendampingan akan diperkuat bersama Universitas Mataram melalui pengembangan umbi bawang putih konsumsi dan demplot sekitar dua hektare.
“Bawang putih ini menjadi komoditas unggulan,” terang Manajer Kantor Perwakilan BI NTB Rahardian Luthfan Intifazhuddin, Jumat (2/10).
Disebutkan, empat kelompok tani yang menjadi binaan BI NTB itu yakni Lendang Luar, Pelangi, Gumilang, dan Maju Wangi.
Pendampingan ini ditegaskan untuk menjaga inflasi, mengingat bawang putih menjadi salah satu komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
Baca Juga: Pemkot Mataram Tunda Pembelian Gedung Eks Bank Indonesia Ampenan Hingga Tiga Tahun
Fokus pendampingan bukan lagi sekadar penyediaan benih, namun bagaimana petani dapat menghasilkan umbi bawang putih dengan ukuran lebih besar untuk kebutuhan konsumsi.
“Untuk pengembangan umbi bawang putih ini nantinya akan kita lakukan di lahan seluas 2 hektare untuk empat kelompok tani ini. Untuk teknologi pengembangan, akan disiapkan Unram,” katanya.
Kata dia, BI juga telah menyalurkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada empat kelompok itu. Antara lain berupa alat dan mesin pertanian (alsintan).
Baca Juga: Bank Indonesia Telah Kucurkan Rp 440 Triliun ke Perbankan Nasional
Selain itu, BI bersama Unram juga menyiapkan demonstration plot (demplot) pengembangan bawang putih di lahan sekitar dua hektare. Masing-masing kelompok akan mengelola sekitar setengah hektare.
Pelaksanaan demplot ini sebelumnya direncanakan pada November 2026, namun akan digeser ke awal 2027.
Penyesuaian ini dilakukan dengan pertimbangan kondisi musim hujan yang dinilai kurang optimal untuk pertumbuhan bawang putih.
“November bukan bulan yang optimal untuk menanam bawang putih karena musim penghujan. Kita undur sampai awal tahun depan, menunggu musim yang memang optimal,” katanya.
Baca Juga: Rencana Pemkot Mataram Beli Lahan eks Bank Indonesia Peninggalan Belanda Mengambang
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Lendang Luar Desa Sembalun Rusfaini Efendi Sembahulun berterima kasih kepada BI NTB yang telah memberikan pendampingan dan bantuan alsintan.
Mengingat sebagian besar masyarakat Sembalun merupakan petani dengan komoditas utama bawang putih, cabai, dan berbagai jenis sayuran.
“Sebelumnya kami hanya menggunakan cangkul untuk mengolah lahan, Alhamdulillah sekarang sudah ada traktor yang bisa kita gunakan sehingga pekerjaan jauh lebih cepat,” katanya. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post