LombokPost-Seorang pelajar inisial SA, 14 tahun warga Dusun Toron, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, hanyut diterjang gelombang saat mandi bersama sejumlah rekannya di Pantai Komala Sari, Dusun Bagek Kembang, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim) Minggu (4/10).
Kapolsek Pringgabaya AKP Wiwin membenarkan kejadian tersebut dan saat ini proses pencarian masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterima, korban bersama sekitar 11 rekannya berangkat menuju Pantai Komala Sari dengan berjalan kaki sekitar pukul 06.00 Wita.
"Setiba di lokasi sekitar pukul 06.30 Wita, korban bersama teman-temannya kemudian langsung mandi di pantai, " Terang Kapolsek Pringgabaya Wiwin, Minggu (4/10).
Baca Juga: Innalillahi, Mayat Seorang Nelayan Ditemukan Hanyut di Perairan Rambang
Sekitar 20 menit kemudian, tiba-tiba datang gelombang besar dan menerjang anak-anak yang sedang mandi. Sejumlah anak berhasil menyelamatkan diri, sementara korban SA terseret gelombang dan hingga kini belum ditemukan.
Dua pelajar lainnya yang sempat terbawa gelombang juga berhasil menyelamatkan diri. Masing-masing berinisial MF 14 tahun, warga Dusun Aik Sepolong, Desa Pohgading Timur, dan FR 13 tahun warga Dusun Bagek Gaet, Desa Pohgading Timur.
"Begitu kami mendapatkan informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas melalui Pos SAR Gunung Malang serta Satuan Polairud Polres Lotim, " Katanya.
Baca Juga: Korban Pertama Hanyut di Pantai Ampenan Ditemukan Meninggal, Pencarian Anindita Berlanjut
Hingga saat ini, tim Basarnas bersama personel Polairud Polres Lotim masih melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian dengan tetap memperhatikan kondisi gelombang dan keselamatan personel di lapangan.
“Pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan para orang tua, agar tidak mandi atau berenang di laut apabila kondisi gelombang sedang tinggi,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Lombok Timur IPTU Lalu Rusmaladi mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di wilayah pesisir.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Makan Korban, Dua Anak Hanyut di Pantai Ampenan
“Jangan memaksakan diri mandi atau berenang ketika kondisi ombak besar. Orang tua juga kami imbau untuk mengawasi anak-anak, "ujarnya.
Kata dia, jika masyarakat membutuhkan bantuan atau melihat kejadian, diharapkan untuk segera hubungi Call Center Polri 110, layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan atau informasi kepada kepolisian,” tandasnya.(par)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post