Perjalanan Rihul Jannah Membangun Usaha Snack Sekuntum (1) 

Supardi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:50 WIB
BUNGKUS SNACK: Salah seorang pekerja Rihul Jannah sedang membungkus snack kering produk Sekuntum sebelum dipasarkan.
BUNGKUS SNACK: Salah seorang pekerja Rihul Jannah sedang membungkus snack kering produk Sekuntum sebelum dipasarkan.

LombokPost-Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, menjadi salah satu sentra jajanan kering di Lombok Timur (Lotim). Salah satu produk yang cukup terkenal adalah Sekuntum.

Produk ini sudah merambah ke kabupaten lain di Pulau Lombok, bahkan ke Pulau Sumbawa.

Sejumlah ibu-ibu siang itu sibuk mengemas berbagai aneka makanan kering di gazebo dengan ukuran cukup besar. Mulai dari jajanan jenis jipang, jaja tarik Lombok, keripik, dan berbagai snack lainnya.

Puluhan jenis jajan kering itu merupakan produk dari Sekuntum.

Produk jajan kering yang cukup terkenal di Lombok Timur (Lotim) sejak puluhan tahun silam berkat Rihul Jannah, warga asal Kelayu Selatan, Lotim.

Baca Juga: Rayakan Idul Adha, Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi di Masjid Al-Umary

Rihul Jannah, 45 tahun, bercerita sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia sudah berjualan dengan membawa jajan di tas untuk dijual ke teman-teman sekolahnya.

“Jadi selain buku, di tas saya juga dipenuhi jajan kering,” terang Rihul, yang juga owner Pusat Oleh-oleh Makanan Khas Lombok Sekuntum, Minggu (4/10).

Kegiatan itu bahkan berlangsung hingga ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Meskipun sudah dewasa, Rihul tidak malu membawa jajan di tasnya untuk dijual ke teman-teman sekolahnya.

Baca Juga: Dari Bakso Aci, Hai.Snacks Sukses Kembangkan Sayap

Hal itu dilakukan karena Rihul sejak masih kecil hanya tinggal bersama sang ibu. Sehingga membuatnya memutuskan untuk membantu sang ibu mencari penghasilan dengan menjual jajanan sambil sekolah.

“Dulu itu, produk yang kita jual bukan milik sendiri, tapi milik orang. Karena saat saya SD saya ikut bungkus-bungkus jajan di orang. Sehingga sambil sekolah saya juga jualan untuk mencari penghasilan tambahan,” jelasnya.

Selain berjualan, saat itu Rihul juga perlahan-lahan mulai belajar membuat jajanan kering sendiri dari sang nenek yang lebih dulu membuat kerupuk dan berbagai makanan ringan lainnya.

Baca Juga: Pastikan Keamanan Pangan, Dikes Mataram Perketat Pengawasan Gizi dan Snack Program Makan Bergizi Gratis

Sejak itu, Rihul bersama sang ibu mulai mengembangkan produk sendiri. Mereka tidak lagi menjual produk orang lain.

“Saat SMA itu alhamdulillah ada pendampingan dari pemerintah. Di mana para pedagang bakulan dan pedagang kecil dikumpulkan untuk diberikan pembinaan,” ujarnya.

Saat itu, Rihul bersama kelompoknya mendapat pendampingan, pelatihan, hingga bantuan modal usaha dari pemerintah daerah.

Mereka mendapat pembinaan dan pendampingan dari Dinas Pertanian bersama Dinas Koperasi dan UMKM.

Setelah mendapatkan pendampingan itu, pengetahuannya untuk membuat jajan kering semakin meningkat dan mulai rutin produksi.

Bahkan saat ia duduk di bangku kuliah, ia tetap produksi dan mengembangkan usahanya di tengah-tengah padatnya tugas kuliah.

Baca Juga: Ari Lasso Sindir Riders Musisi Baru: Kami Dewa 19 Cukup Snack Alfamart!

“Sambil kuliah sambil buat berbagai produk, bahkan produk yang kita buat cukup banyak. Sehingga saat itu muncul masalah, di mana kita kesulitan untuk memasarkan jajanan dalam jumlah besar,” katanya.

Namun diakui, masalah itu perlahan-lahan bisa diselesaikan dan produk-produknya mulai menemukan pasar.

Sejumlah reseller mulai berdatangan untuk mengambil produknya. Mereka mengambil produk Sekuntum Snack untuk dijual ke berbagai wilayah di Lombok.

Cerita tentang rasa dan kualitas produk Sekuntum dengan cepat menyebar ke berbagai pedagang dan reseller di Lombok. Sehingga produk snack Sekuntum mulai terkenal. Jangkauan pemasarannya pun semakin meluas.

Baca Juga: Baiq Siti Suriani Pencipta Aneka Snack Khas Lombok Berbahan Gedebog Pisang, Kelezatannya Terasa sampai Eropa

“Ada 6 reseller yang tetap ambil barang. Alhamdulillah sekarang produknya sudah sampai di Lombok Tengah, Lombok Utara bahkan sampai ke Pulau Sumbawa,” katanya.

Masing-masing reseller bahkan mengambil produk dengan jumlah besar. Satu reseller bisa mengambil 900 hingga 1.500 bungkus produk dalam sekali ambil.

Bahkan produk Sekuntum saat ini sudah menjadi oleh-oleh khas Lombok yang banyak diburu. (bersambung/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
sekuntum Jipang jajan kering lotim Snack jajan tradisional