Pemkab Lombok Timur Intensifkan Penyaluran Air Bersih

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:32 WIB
Petugas BPBD Lotim menyalurkan air bersih ke Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, yang terdampak kekeringan. (Dok: Lombok post)
Petugas BPBD Lotim menyalurkan air bersih ke Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suela, yang terdampak kekeringan. (Dok: Lombok post)

 

Lombokpost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan akibat kemarau. Distribusi dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

“Penyaluran air bersih dilakukan minimal dua hingga tiga kali seminggu. Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa,” terang Kalak BPBD Lotim Lalu Muliyadi, Senin (5/10).

Dalam penanganan krisis air bersih, pihaknya juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Balai Wilayah Sungai (BWS), organisasi masyarakat, komunitas sosial, serta sejumlah lembaga lainnya.

Baca Juga: Dandim 1615/Lotim Salurkan 15 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jerowaru

Kata dia, penyaluran air bersih saat ini diprioritaskan ke Desa Sekaroh dan Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru. Kedua desa ini mengalami dampak kekeringan cukup parah. Selain itu, pendistribusian air bersih juga dilakukan di Desa Perigi dan Puncak Jeringo, Kecamatan Suela.

“Kalau ke daerah lain dilakukan secara situasional berdasarkan laporan kebutuhan dari masyarakat,” katanya.

Disebutkan, kondisi kekeringan di Lotim saat ini masih dalam kategori aman. Meskipun terdapat sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih, dampaknya dinilai tidak terlalu parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Temukan Sawah Kekeringan 7 Bulan di Bekasi, Menteri PU Ancam Copot Pejabat Ditjen SDA

“Tahun lalu hampir seluruh desa di Kecamatan Jerowaru terdampak kekeringan, sedangkan tahun ini hanya dua desa yang masih kesulitan air bersih,” jelasnya.

Kondisi ini disebut membuat pihaknya belum meningkatkan status penanganan kekeringan ke level yang lebih tinggi. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas kemarau 2026 berada pada kategori normal hingga sedang.

Selain faktor cuaca, berkurangnya dampak kekeringan ini juga dipengaruhi oleh pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terus memperluas jaringan distribusi air bersih.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Mengancam Lahan Pertanian Lombok Utara. Pemerintah Dorong Pengaturan Distribusi Air

“Kita akan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat agar dapat segera ditangani,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Lotim Sopyan Hakim menyampaikan saat ini debit air beberapa sumber mata air yang dimanfaatkan PDAM berkurang akibat kemarau. Akan tetapi, pihaknya berupaya melakukan rekayasa jaringan agar tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, walaupun tidak seperti pada kondisi normal.

“Kita memiliki sumber air di tiga zona meliputi utara, tengah, dan selatan. Tapi beberapa sumber air kita saat ini mengalami penurunan debit. Tapi ada juga mata air yang masih kondisinya stabil,” katanya. (par/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
air bersih kemarau BPBD Kekeringan Lotim