Perjalanan Rihul Jannah Membangun Usaha Snack Sekuntum (2)

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:49 WIB
BUNGKUS SNACK: Salah seorang pekerja Rihul Jannah sedang membungkus snack kering produk Sekuntum sebelum dipasarkan.
BUNGKUS SNACK: Salah seorang pekerja Rihul Jannah sedang membungkus snack kering produk Sekuntum sebelum dipasarkan.

LombokPost-Snack Sekuntum Rihul Jannah kini tak pernah sepi peminat. Rasanya yang enak dan gurih membuat Snack Sekuntum selalu menjadi incaran konsumen. Bahkan, produk Snack Sekuntum terus berkembang.

Berkat ketekunan dan keuletan Rihul Jannah bersama ibunya selama berpuluh tahun, produk jajan kering Sekuntum saat ini hampir merajai pasar di Lotim. Setiap pasar dan toko-toko di Lotim, produk Sekuntum bisa ditemukan.

Rihul menyebutkan, saat ini dirinya memiliki sekitar 25 jenis jajanan kering. Namun, dari puluhan jenis tersebut ada beberapa produk yang paling banyak dicari atau best seller, seperti jajan belinjo, jagung marning, dan semprong.

Baca Juga: Perjalanan Rihul Jannah Membangun Usaha Snack Sekuntum (1) 

"Untuk produksi dilakukan setiap hari. Satu pekerja bisa produksi 25 hingga 40 kilogram bahan dalam sehari," terang Rihul.

Dalam menjalankan usahanya, ia mempekerjakan 30 orang yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Sehingga, usahanya itu tidak hanya memberi penghasilan bagi dirinya dan keluarga, namun juga sangat berdampak bagi masyarakat sekitar.

Pekerja dari kalangan ibu-ibu akan bertugas melakukan pengemasan jajan yang sudah digoreng. Sementara, pekerjaan lain seperti menggoreng dan pemasaran dilakukan laki-laki.

Baca Juga: Dari Bakso Aci, Hai.Snacks Sukses Kembangkan Sayap

"Alhamdulillah Snack Sekuntum bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, terutama ibu-ibu rumah tangga bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga," katanya.

Bahkan, kata dia, Snack Sekuntum tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari para pekerja, namun memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan pekerja.

Ia melihat sebagian pekerja saat ini sudah mampu merenovasi rumah mereka, membeli sepeda motor, hingga membiayai kuliah anak-anaknya dari upah membungkus jajan. "Alhamdulillah Snack Sekuntum memberikan dampak langsung kepada para pekerja," katanya.

Baca Juga: Pastikan Keamanan Pangan, Dikes Mataram Perketat Pengawasan Gizi dan Snack Program Makan Bergizi Gratis

Diakui, sejak awal merintis usaha ini, ia tetap menjaga rasa, kualitas, dan pelayanan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan konsumen, terlebih di tengah tingginya persaingan. Banyak produsen makanan ringan yang baru bermunculan.

Kondisi ini mengakibatkan banyak reseller sempat pindah ke produk lain. Namun, dengan kualitas dan rasa yang tetap terjaga, membuat sejumlah pelanggan akhirnya kembali membeli produknya.

Diakui, pahit manis menjalani usaha ini sudah habis dilalui. Namun, ia tetap menjalankan usaha dengan konsisten. Apa pun risiko, menurutnya, harus dihadapi dan tidak boleh menyerah.

Baca Juga: Pastikan Keamanan Pangan, Dikes Mataram Perketat Pengawasan Gizi dan Snack Program Makan Bergizi Gratis

Nama Sekuntum sendiri memiliki filosofi. Snack Sekuntum ini diibaratkan dengan sekuntum bunga, meski hanya satu tangkai, namun aromanya mampu menyebar ke berbagai arah.

"Begitu juga dengan produk ini, dari sebuah produksi kecil di Kelayu, aroma jajanan Sekuntum Snack sekarang bisa menyebar ke berbagai wilayah di Lombok maupun di Sumbawa," katanya.

Hal yang paling disyukuri bukan hanya soal perkembangan produk Sekuntum yang terus berkembang dan dikenal lebih luas. Namun, bagaimana produk yang dirintis itu kini bisa menjadi mata pencaharian bagi orang-orang sekitarnya. (*/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
sekuntum jajan kering lotim UMKM Snack Lotim