Bupati Lotim Minta Masyarakat Waspadai Judi Online dan Ancaman Siber

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:16 WIB
S

ANCAMAN SIBER: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat membuka acara seminar Lotim Cyber Security.

LombokPost-Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman siber dan penyalahgunaan ruang digital, termasuk judi online.

Ia menyebut dampak judi online bahkan berimbas pada kepesertaan BPJS Kesehatan warga miskin yang terindikasi terlibat.

“Banyak warga miskin dari desil 1, 2, dan 3 yang dihapus dari kepesertaan BPJS Kesehatan, karena terindikasi judi online. Sehingga pemerintah daerah harus menanggung penambahan anggaran biaya BPJS kesehatan puluhan miliar akibat itu,” ungkap Haerul saat membuka seminar Lotim Cyber Security, Rabu (7/10).

Kata dia, pada Februari 2026 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menerima ratusan ribu aduan terkait penipuan transaksi, belanja online, panggilan palsu, dan ancaman melalui digitalisasi.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga mencatat pada tahun 2024 lalu serangan siber di Indonesia sangat tinggi.

Baca Juga: Tangkal Cyberbullying dan Hoaks, Kejari Loteng Edukasi Santri Ponpes Darek

Di satu sisi, ruang digital saat ini menjadi kebutuhan di semua lini. Keberadaan digitalisasi diakui cukup menguntungkan bagi pribadi, kelompok, organisasi, maupun pemerintahan.

Salah satu dampak positif yang dirasakan Pemkab Lotim terhadap keberadaan digitalisasi ini adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari tahun ke tahun setelah mengembangkan kanal pembayaran retribusi maupun pajak secara digitalisasi.

“Penggunaan digitalisasi ini dapat menekan angka kebocoran PAD kita,” katanya.

Baca Juga: Perluas Jangkauan Kemanusiaan, Lions Club Jakarta Cosmostellar Cyber Resmi Dikukuhkan di Lombok

Sementara itu, Kepala Diskominfotik NTB Ahsanul Halik menekankan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam beraktivitas di ruang digital. Saat ini hampir semua persoalan berada dalam genggaman.

“Cukup dengan satu HP, masyarakat bisa mengetahui banyak hal, berkomunikasi di media sosial, berinteraksi digital, berbelanja, bekerja, hingga mengakses program pemerintah melalui pelayanan digital,” ujarnya.

Kata dia, berbicara tentang keamanan informasi sesungguhnya bukan hanya berbicara tentang komputer, aplikasi, atau sistem, tetapi tentang diri sendiri. Terutama bagi mahasiswa, bagaimana harus bersikap, menerima informasi, dan mengambil keputusan di ruang digital.

Baca Juga: Changan Qiyuan E07 Baru, SUV Ala Cybertruck Atau Sebaliknya?

Sering kali hal-hal sederhana dilupakan masyarakat. Seperti ketika ada pesan masuk di WhatsApp atau media sosial dengan mengirimkan link. Diharapkan masyarakat lebih hati-hati membuka link itu karena link bisa mengambil data pribadi dengan meminta kode verifikasi.

“Kemudian terkait banyaknya penerima bantuan sosial di Lotim yang terindikasi terlibat judi online, Dinas Kominfo Lotim bersama Dinas Sosial harus melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat,” katanya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
internet CYBER Lotim Digitalisasi judol