LombokPost-Kepemilikan lahan yang semakin sempit menjadi kendala pengembangan bawang putih di Sembalun.
Kondisi itu dinilai turut menghambat upaya mewujudkan swasembada bawang putih, baik untuk konsumsi maupun benih.
"Kalau dulu satu yang punya. (Kalau) sekarang, misalnya saya bersaudara empat orang, maka lahannya dibagi menjadi empat, jadi kita sama-sama mendapatkan satu petak," terang Ketua Kelompok Tani Lendang Luar Desa Sembalun Ruspaini Efendi belum lama ini.
Ruspaini menyampaikan, jika lahan sudah terbagi, masing-masing pemilik akan memilih untuk menanam komoditas lain yang berbeda-beda, seperti menanam sayur-mayur dan stroberi.
Baca Juga: Bawang Putih Sembalun Tembus Ujung Timur Indonesia
Terlebih, kata dia, perawatan tanaman stroberi tidak terlalu intens dan ribet seperti bawang putih yang membutuhkan perawatan ekstra. Terlebih, tanaman stroberi dalam sekali tanam bisa bertahan 1-2 tahun jika dirawat dengan bagus.
"Nilai jualnya juga bagus, sehingga banyak yang tertarik untuk menanam stroberi," katanya.
Sementara dari sisi harga, dinilai tidak menjadi masalah. Mengingat harga bawang putih saat ini dinilai cukup stabil dengan harga Rp 16 ribu per kilogram basah di sawah. Jika sudah dibawa pulang dan dijemur, harganya akan meningkat menjadi Rp 17.500 per kilogram.
Baca Juga: BI NTB Dorong Modernisasi Pertanian Bawang Putih Sembalun
Selama ini bawang putih, khususnya untuk konsumsi, hanya dijual di pasar di Lotim, seperti Masbagik. Baru kemudian akan disebarkan ke sejumlah pasar lainnya di Lombok, seperti Lombok Tengah dan Lombok Barat.
"Kalau pengiriman benih bawang ke luar daerah dilakukan oleh Ketua Kelompok Pusuk Pujata, saya hanya fokus untuk di penyediaan benih untuk petani lokal saja," katanya.
Dirinya berharap kejayaan bawang putih di Sembalun seperti tahun lalu bisa dikembalikan, sehingga swasembada bawang putih bisa segera terwujud. Terlebih dengan adanya pendampingan dan bantuan dari Bank Indonesia (BI).
Baca Juga: Riezka Rahmatiana, Ketua Kelompok Tani Milenial Dukung Program Swasembada Bawang Putih Sembalun
"Kita di Sembalun punya areal tanam bawang putih seluas 5 ribu hektare. Kalau semuanya itu bisa ditanami bawang putih secara serentak seperti dulu, InsyaAllah swasembada itu akan terwujud," tandasnya. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post