Produksi Arabika Sembalun Masih Terbatas

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:56 WIB
K
KOPI SAJANG : Seorang pengunjung sedang melihat Kopi jenis robusta yang sedang di jemur milik petani di Desa Sajang Kecamatan Sembalun.

LombokPost-Kopi jenis arabika di kawasan Sembalun sangat diminati pencinta kopi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hanya saja, kuantitas produksi kopi arabika Sembalun, khususnya di Desa Sajang, saat ini sangat terbatas sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Arabika ini sangat dicari-cari, cuma di tahun ini kuantitasnya sangat rendah sekali produksi pasca panennya,” terang Anggota Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Ruslan, belum lama ini.

Kopi arabika Sajang dikenal memiliki karakteristik tersendiri, seperti aroma yang kuat, tingkat keasaman yang pas, dan dominasi rasa cokelat sehingga komoditas ini menjadi buruan para penikmat kopi.

Baca Juga: Berkat Kualitasnya, Kopi Arabika Sajang Semakin Diminati
Kata dia, peluang pasar untuk kopi arabika sangat terbuka lebar. Permintaan dari berbagai daerah, termasuk pasokan untuk kafe-kafe di Kota Mataram hingga wisatawan Gunung Rinjani cukup tinggi, namun permintaan itu belum bisa terpenuhi sepenuhnya.

“Khusus kopi Arabika peluangnya sangat terbuka sekali,” ujar Ruslan.

Dia menjelaskan, dari total luas lahan yang dikelola kelompoknya seluas 45 hektare dengan 35 anggota, hanya bisa memproduksi kopi arabika sekitar 5 ton per musim. Jika ditotal secara keseluruhan di Desa Sajang, produksi arabika diperkirakan baru menyentuh angka 20 ton per tahun.

Baca Juga: Kopi Keliling Makin Kreatif, Kopling Tawarkan Kopi Kekinian Harga Terjangkau
Hasil produksi ini disebut jauh dari kebutuhan pasar yang diperkirakan bisa melampaui 50 ton per tahun. Berbeda dengan kopi jenis robusta, produksinya jauh lebih tinggi, yakni 50 ton per tahun di kelompoknya saja.

Kata dia, stok yang ada saat ini hanya sekadar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota kelompok dan wisatawan Gunung Rinjani. Karena biasanya pihaknya akan menyisihkan untuk produksi bubuk yang akan dijual kepada wisatawan.

Disebutkan, sejauh ini kelompoknya mendapatkan pendampingan dan dukungan dari Bank Indonesia (BI) NTB yang dinilai sangat membantu para petani dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pascapanen melalui capacity building dan program studi tiru ke luar daerah seperti Bandung.

Baca Juga: Gegara Kopi Obat Kuat, Istri di Bima Laporkan Suami atas Dugaan Persetubuhan
“Mudah-mudahan dukungan dari BI NTB ini dapat terus ditingkatkan agar Kopi Arabika Sembalun dapat meningkatkan produksinya dan memenuhi kebutuhan pasar,” harapnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sajang arabika produksi sembalun kopi