Pemkab Lotim Gelar Salat Istisqa

Supardi • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:11 WIB
SALAT ISTISQA: Bupati Lombok Timur  bersama Kapolres Lotim dan sejumlah pegawai serta siswa di Kecamatan Selong saat melakukan salat Istisqa untuk meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Lotim.
SALAT ISTISQA: Bupati Lombok Timur  bersama Kapolres Lotim dan sejumlah pegawai serta siswa di Kecamatan Selong saat melakukan salat Istisqa untuk meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Lotim. 


LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama pelajar, dan masyarakat di Kecamatan Selong menggelar salat istisqa untuk meminta hujan di halaman kantor Bupati Lotim.

Hal ini dilakukan mengingat dalam beberapa bulan terakhir di Lotim tidak kunjung turun hujan dan kondisi semakin panas.

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar ini kita diberikan hujan yang berkecukupan oleh Allah untuk Lotim yang sama-sama kita cinta ini,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Kamis (8/10).

Bupati menyebutkan, hujan adalah bagian dari rahmat Allah. Kondisi ketika hujan tidak kunjung turun seperti saat ini diharapkan menjadi momentum untuk muhasabah, memperbanyak istigfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, juga dengan Allah, serta memperbaiki hubungan dengan alam.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Kementerian PU Suplai 100 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Lombok
Dia juga mengajak masyarakat Lotim untuk sama-sama memohon dengan hati yang bersih, dengan ketundukan dan mengakui kelemahan, agar Allah menurunkan hujan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kekeringan bukan hanya persoalan air, namun di dalamnya ada kehidupan para petani, para peternak, termasuk masyarakat lainnya yang sangat membutuhkan air untuk keberlangsungan hidup.

Karena itu, Pemkab Lotim terus melakukan berbagai langkah dan ikhtiar untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi ini.

Pemerintah, kata dia, telah berusaha dengan ilmu, teknologi, dan kebijakan. Bahkan, hari ini semua ikut berdoa dengan penuh ketakwaan dengan harapan kemarau tahun ini bisa segera berakhir.

Namun, semua itu hanya sebagai bentuk ikhtiar dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Mataram Melonjak 46 Persen

“Mari kita jaga lingkungan kita, jangan merusak hutan, jangan membuang sampah sembarangan, mari kita menjaga sumber mata air dan menggunakan air dengan sebaik-baiknya. Karena menjaga alam juga merupakan bagian dari amanah kita sebagai manusia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Lotim Sopyan Hakim menyampaikan, dari 24 sumber mata air yang dikelola PDAM, semuanya mengalami penurunan debit yang cukup drastis.

Karena itu, PDAM melakukan rekayasa jaringan dengan sistem bergilir.

“Karena kalau misalnya sekarang kita fokus sama satu wilayah atau satu kecamatan, maka kecamatan yang lain tidak akan dapat air. Sehingga kita lakukan rekayasa jaringan dengan mengilir masyarakat, kadang sama-sama 2 hari di satu desa,” jelasnya. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
air bersih kemarau pdam Hujan panas