LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga fisik, melainkan warisan budaya dan seni yang berperan penting dalam membentuk karakter serta akhlak generasi muda.
"Pencak silat sebagai seni bela diri untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat yang membutuhkan, bukan sarana untuk berkelahi atau mencari musuh," Terang Bupati Lotim Haerul Warisin saat membuka Turnamen Bupati Cup Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026 Tingkat Pelajar se Lotim.
Lotim memiliki jumlah pelajar dan peminat seni bela diri terbesar di NTB. Untuk ia memotivasi para peserta agar tidak takut menghadapi kekalahan.
Baca Juga: Latihan Dua Bulan Berbuah Emas, Siswi MAN 1 Mataram Juara Pencak Silat
Menurutnya, hal yang seharusnya paling ditakuti oleh seorang atlet adalah ketidakdisiplinan dalam berlatih serta hilangnya rasa hormat kepada pelatih, guru, dan orang tua.
"Para pelajar harus menjaga pola hidup sehat, disiplin berlatih, serta mengatur asupan nutrisi dengan menghindari minuman beralkohol maupun dengan pemanis buatan," Katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus IPSI Lotim yang menggelar turnamen ini sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Baca Juga: Aviqa Askana Ansari Juara Nasional Pencak Silat, Siswi MTsN 3 Mataram Harumkan Nama NTB
Turnamen tersebut diharapkan dapat berjalan lancar serta tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Turnamen Bupati Cup IPSI 2026 diikuti sebanyak 773 peserta yang terdiri dari 168 siswa SD, 340 siswa SMP, dan 265 siswa SMA. (par)
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post