LombokPost-Stok blangko KTP di Lombok Timur menipis, tersisa kurang dari 3 ribu keping. Dukcapil pun mendorong masyarakat beralih menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Persiapan kami sekitar 3 ribu keping saja, dan itu hanya cukup untuk beberapa minggu lagi," terang Kepala Dukcapil Lotim Parihin, Jumat (9/10).
Mengatasi menipisnya stok blangko ini, pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan dan beralih menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Inklusif, Dukcapil Mataram Sisir Perekaman KTP-el Disabilitas dan Lansia
Namun, ia mengaku masih banyak warga yang belum memiliki Android untuk mengakses IKD sehingga masih membutuhkan KTP fisik. Untuk itu, stok blangko yang ada saat ini akan difokuskan untuk melayani mereka yang tidak bisa mengakses IKD.
"Bagi masyarakat kita yang tidak memiliki Android, handphone, atau masyarakat yang harus punya fisiknya. Inilah yang menjadi perhatian khusus kita," jelasnya.
Khusus bagi warga yang baru menginjak usia 17 tahun, setelah dilakukan perekaman akan langsung didorong untuk aktivasi IKD. Dengan demikian, mereka tidak lagi membutuhkan KTP fisik.
Meski begitu, Parihin mengakui belum semua pelayanan publik bisa diakses menggunakan IKD. Seperti pelayanan di bank yang masih meminta KTP fisik. Karena itu, diharapkan pihak bank bisa segera menyesuaikan karena fitur yang tersedia di IKD sudah lengkap.
“Di fitur IKD itu sudah lengkap, ada KTP, ada kartu keluarga (KK), Akta Kelahiran dan identitas-identitas lain yang berkaitan dengan kependudukan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dukcapil Lotim Cipto Tri Utomo menambahkan, jumlah penduduk yang sudah wajib KTP di Lotim mencapai 1.030.000, namun yang sudah melakukan perekaman baru 1.027.000.
Dari jumlah yang sudah melakukan perekaman ini, belum semuanya memiliki KTP secara fisik.
"Ada sekitar 2.606 yang belum memiliki KTP fisiknya. Tapi yang jadi masalah sekarang kondisi blangko, sehingga yang kita dahulukan itu adalah masyarakat yang sifatnya emergency," katanya.
Sumber : Lombok Post