Air Tak Mengalir, Tagihan PDAM di Lombok Timur Tetap Jalan

Supardi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 08:26 WIB
AIR PDAM: Salah seorang pelanggan PDAM di Desa Kabar saat mengecek air PDAM yang tidak kunjung datang.
AIR PDAM: Salah seorang pelanggan PDAM di Desa Kabar saat mengecek air PDAM yang tidak kunjung datang.
Lombokpost-Kondisi kemarau tahun ini mengakibatkan debit sumber mata air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) berkurang drastis hingga 65 persen dari debit awal.
Hal ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada para pelanggan.
 
"Dari 24 sumber mata air yang kita miliki semuanya mengalami penurunan yang drastis. Sehingga upaya yang kita lakukan ialah rekayasa jaringan dengan cara kita gilir para pelanggan," terang Direktur Utama PDAM Lotim Sopyan Hakim, Minggu (11/10).
 
Kata dia, dari 24 mata air yang dikelola PDAM Lotim, masing-masing memiliki debit yang berbeda-beda, mulai dari 100 liter per detik hingga 250 liter per detik.
 
Namun, hampir semuanya mengalami penurunan debit hingga 65 persen. Dampak kemarau tahun ini pun dinilai lebih parah daripada tahun sebelumnya.
 
Baca Juga: Bupati Lombok Timur Minta PDAM Jaga Sumber Mata Air
 
Akibat rekayasa jaringan atau skema bergilir ini, ia tidak menampik bahwa para pelanggan membayar angin karena kondisi debit air yang memang berkurang membuat jaringan sering kosong.
 
"Memang kondisinya yang membuat seperti itu. Misalnya sekarang kita setop pelayanan ke salah satu tempat, secara otomatis kan kosong pipanya. Kemudian kita gilir ke masyarakat yang tadinya tidak dapat, maka yang akan keluar terlebih dahulu pasti angin," jelasnya.
 
Terkait masalah ini, pihaknya akan mencari solusi bagi pelanggan agar tidak terkesan membayar angin.
 
Salah satunya dengan mempertimbangkan untuk mengurangi besaran pembayaran iuran.
 
Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan pelayanan gratis kepada semua pelanggan PDAM di Lotim menggunakan mobil tangki.
 
Baca Juga: Data PLN-PDAM Ikut Pengaruhi Nasib Desil Warga
 
"Saat ini kami keliling ke semua pelanggan untuk menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki. Hampir setiap hari itu 5 sampai 10 titik kami datangi," ujarnya.
 
Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dari PDAM Lotim untuk membantu para pelanggan yang mengalami krisis air bersih. Sebagian distribusi air bersih juga dilakukan berdasarkan permintaan langsung dari masyarakat.
 
Hanya saja, kata dia, belum semua permintaan masyarakat bisa terpenuhi, mengingat mobil tangki yang dimiliki oleh PDAM saat ini hanya dua unit.
 
Untuk itu, dia berharap ada penambahan mobil tangki dari Pemkab Lotim agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.
 
Baca Juga: Bukan Cuma Survei, Tagihan PLN dan PDAM Kini Ikut Menentukan "Nasib" Bantuan Warga
 
"Kami sudah minta penambahan mobil tangki dua lagi di pak Bupati dan Alhamdulillah Pak Bupati mengiyakan. Kemudian untuk kegiatan reboisasi sudah kami lakukan di kebun raya Lemor bersama Polri untuk menjaga mata air kita," katanya.
 
Selain 24 mata air itu, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan juga sangat terdampak kemarau.
 
Dari debit air yang sebelumnya mencapai 100 liter per detik, saat ini hanya menyisakan sekitar 30 liter per detik.
 
Kondisi ini juga mengakibatkan pemasangan jaringan PDAM dari SPAM Pantai Selatan ke desa-desa di daerah selatan, seperti Desa Sekaroh dan Seriwe, Kecamatan Jerowaru, terpaksa dihentikan sementara karena tidak ada air yang bisa dialirkan.
 
Baca Juga: Bupati Lombok Timur Minta PDAM Hapus Tunggakan Warga Miskin
 
"Makanya kami juga sedang negosiasi untuk penambahan sumber mata air. Ada dua mata air yang saat ini sedang kami koordinasi untuk menambah debit air, yakni mata air di Masbagik dan Otak Kokok Joben. Total debit air dari dua sumber ini 150 liter per detik untuk bisa masuk ke IPA Kota raja," jelasnya.
 
Salah satu pelanggan PDAM Lotim asal Desa Kabar, Fathurahman, menyampaikan, sejak beberapa minggu terakhir ini air PDAM tidak pernah mengalir.
 
Dalam seminggu, air PDAM hanya datang 1–2 kali. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa harus mencari air ke dusun lain.
 
"Sudah saya telepon pihak PDAM untuk sampaikan masalah ini dan mereka datang untuk bawakan air bersih menggunakan mobil tangki, tapi cuman sekali saja," terangnya.
 
Baca Juga: Bupati Lombok Timur Minta PDAM Hapus Tunggakan Warga Miskin
 
Adapun besaran tagihan PDAM yang dibayarkan setiap bulan selama ini tidak ada bedanya atau tarifnya selalu sama, baik saat air mengalir lancar, macet, maupun saat air sedang tidak ada.
 
"Ada atau tidak ada air yang datang bayarannya sama saja. Kadang Rp 40 ribu kadang lebih. Kami berharap masalah air bersih ini segera di tangani PDAM," tandasnya. 
 
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
air bersih air PDAM Lombok Timur mata air Lotim