LombokPost-Di tengah kemarau panjang yang membuat debit mata air menyusut, keindahan justru merekah di jalan wisata Kembang Kuning, Lombok Timur.
Puluhan pohon tabebuya serentak memamerkan bunga kuningnya di antara hamparan persawahan, dengan Gunung Rinjani sebagai latar.
Pemandangan yang sebelumnya luput dari perhatian itu kini menjadi magnet bagi warga dan wisatawan.
Puluhan bunga tabebuya bermekaran di sepanjang jalan perbatasan antara Desa Jeruk Manis dan Kembang Kuning, Kecamatan Sikur.
Bunganya yang berwarna kuning menghiasi jalan dua desa wisata itu.
Mekarnya bunga secara serentak ini menghadirkan pemandangan yang indah dan baru sehingga menarik perhatian warga dan wisatawan untuk berkunjung.
Bunga-bunga itu tumbuh di antara hamparan persawahan.
Latar pemandangan Gunung Rinjani semakin menambah keindahan tempat ini. Paduan kecantikan itu membuat lokasi ini viral di media sosial.
Baca Juga: Para Perempuan Desa Jeruk Manis Menitip Masa Depan pada Sapi-Sapi di Kandang
Mantan Kepala Desa Kembang Kuning Lalu Sujian menyampaikan, mekarnya bunga tabebuya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dari puluhan pohon yang ada, hanya dua hingga tiga pohon yang berbunga secara bersamaan. Namun, kini hampir seluruh pohon di sejumlah titik mengeluarkan bunga pada waktu yang sama.
“Kondisi cuaca panas ini sangat memengaruhi mekarnya bunga tabebuia. Mekarnya bunga ini membuat pemandangan di sepanjang jalan desa terlihat menarik,” terang Sujian, Senin (12/10).
Dia bercerita, bunga tabebuya itu ditanam pada tahun 2019 lalu, saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Kembang Kuning. Bibit-bibit bunga itu ia dapat dari rekannya di Kota Mataram.
Baca Juga: Pemprov NTB Bangun 3 Desa Percontohan Koperasi Merah Putih, di Kekeri, Bilelando dan Kembang Kuning
Jumlah bibit bunga tabebuya yang ditanam saat itu sebanyak 70 biji. Ditanam di sepanjang jalan Kembang Kuning hingga perbatasan Desa Jeruk Manis dan beberapa tempat lainnya dengan tujuan menciptakan lingkungan yang asri sekaligus memperkuat daya tarik Kembang Kuning sebagai desa wisata.
“Pada tahun 2019 lalu Desa Kembang Kuning meraih juara satu tingkat nasional kategori Desa wisata terbaik. Sehingga dengan penanaman bunga ini, kita ingin membuat Desa wisata Kembang Kuning semakin indah dan asri,” jelasnya.
Di tengah perjalanan, dari 70 bibit pohon yang ditanam, hanya sekitar 30 yang masih bertahan sampai saat ini. Sebagian pohon bunga tabebuya hilang, mati, dan ditebang warga.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Dorong Perllindungan Kekayaan Intelektual di Desa Kembang Kuning
“Tabebuya ini berbunga sekitar dua bulan, bergantung kondisi cuaca. Jika cuaca panas, maka lebih lama juga dia mengeluarkan bunga,” jelasnya.
Sebelumnya, tidak ada yang melirik tempat ini. Namun, setelah pohon-pohon itu mengeluarkan bunga secara serempak, ia mencoba mengunggahnya di media sosial dan mengirim gambar ke teman-temannya.
Tidak disangka, keindahan bunga tabebuya itu langsung menarik pengunjung sehingga setiap sore tempat itu tidak pernah sepi. Masyarakat datang untuk menikmati pemandangan bunga kuning sekaligus mengabadikannya melalui foto dan video untuk kebutuhan konten media sosial.
Baca Juga: Tiga Rumah Warga Kembang Kuning Lombok Timur Rusak Akibat Longsor
“Fenomena ini juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Sejumlah masyarakat mulai berjualan di sekitar lokasi untuk memanfaatkan kunjungan wisatawan,” katanya.
Bagi Kembang Kuning, tabebuya bukan sekadar tanaman penghias jalan. Namun, bunga itu kini menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi desa wisata yang selama ini mengandalkan panorama persawahan, alam, dan budaya masyarakat.
Sementara itu, Kades Jeruk Manis Nasipuddin menambahkan, mekarnya bunga tabebuya ini menjadi daya tarik baru bagi Desa Wisata Jeruk Manis dan Kembang Kuning, terutama wisatawan lokal.
“Bunga tabebuya ini menjadi wisata sesaat. Tahun ini pertama kali mengeluarkan bunga secara bersamaan,” katanya. (*/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post