Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas

Supardi • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 13:42 WIB
Masyhur
Masyhur

 

LomboPost-Program Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) mulai memberikan dampak positif. Sejumlah peternak di Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, sukses meningkatkan usaha peternakannya.

“Sejumlah peternak yang sebelumnya hanya memelihara sapi milik orang lain dengan sistem bagi hasil, kini mereka punya sapi sendiri,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim Masyhur, Minggu (25/10).

Kata dia, salah seorang peternak di Kelayu Jorong yang sebelumnya hanya memelihara sapi milik orang lain, kini sudah memiliki 10 ekor sapi jumbo sendiri dengan nilai aset mencapai lebih dari Rp 300 juta.

Baca Juga: Pathul-Nursiah Dorong Peternak Lokal Naik Kelas, Perdana Gelar Kontes Sapi Lombok 2026

Berkat program ini, peternak tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga pemahaman untuk mengakses modal usaha di perbankan. Dengan manajemen yang baik, peternak mampu mengangsur pinjaman di perbankan dengan lancar.

“Bahkan dia juga berhasil mengedukasi peternak yang lain agar tidak takut berhubungan dengan perbankan. Sehingga sudah banyak peternak di Kelurahan Jorong yang naik kelas dari program ini,” katanya.

Pemkab Lotim berkomitmen untuk melanjutkan penyaluran program Lotim Berkembang di sektor peternakan. Bahkan, untuk mendukung program ini, Pemkab Lotim telah menyiapkan anggaran subsidi bunga sebesar Rp 1,5 miliar.

Baca Juga: Dewan Sorot Realisasi Anggaran Pertanian-Peternakan, Banggar Minta Gubernur Lakukan Evaluasi

Anggaran subsidi itu diproyeksikan mampu memicu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 50 miliar dengan target sasaran sekitar 3.000 peternak. Pihak perbankan juga telah menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan dana itu.

“Skema kali ini akan kita buat lebih tepat sasaran dengan mempermudah proses pengajuan,” pungkas Masyhur.

Sementara itu, salah seorang peternak di Kelayu Jorong, Sahirudin menyampaikan, sebelumnya ia memelihara sapi milik orang lain dengan sistem bagi hasil. Namun, setelah melihat perkembangan dan akses pembiayaan melalui program Lotim Berkembang, ia akhirnya tertarik mengembangkan usaha secara mandiri dengan meminjam modal di perbankan.

Baca Juga: Dinas Peternakan KSB Klaim Kesiapan Infrastruktur Program Agribisnis Sapi Hampir Rampung

“Setelah melihat perkembangan dan banyak yang mendapat bantuan Rp 15 juta dari program Lotim Berkembang, saya tertarik mencoba pinjaman itu untuk membeli sapi,” ungkapnya.

Peternakan mandiri disebut memiliki potensi keuntungan lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan sistem bagi hasil. Selain dapat mengembangkan jumlah ternak, peternak juga lebih leluasa mengatur pengelolaan maupun penjualan sapi.

Disebutkan, dari modal awal dua ekor sapi, kini ia memiliki 10 ekor sapi dengan nilai keseluruhan yang diperkirakan mencapai Rp 350 juta. Sapi-sapi yang dipelihara saat ini berasal dari jenis Brahman hingga simental. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
sapi KUR Lotim Berkembang modal peternak