LombokPost-Pendaftaran bakal calon kepala desa untuk Pilkades serentak Lombok Timur (Lotim) masih menyisakan empat desa yang kekurangan pendaftar. Hingga masa pendaftaran ditutup pada 27 Oktober, Desa Jantuk belum memiliki satu pun bakal calon, sementara tiga desa lainnya baru memiliki satu bakal calon.
“Iya satu desa belum ada calon yang mendaftar sama sekali sampai pendaftaran ditutup, yakni Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim Hambali kepada Lombok Post, Minggu (1/11).
Selain satu desa yang tidak memiliki bakal calon kades, terdapat tiga desa yang hanya memiliki satu calon. Yakni Desa Timbanuh, Toya, dan Santong. Bagi desa yang tidak memiliki calon atau jumlahnya kurang dari dua orang, masa pendaftaran akan diperpanjang selama 15 hari. Jika masih nihil pendaftar, akan diperpanjang lagi 10 hari.
“Ada perpanjangan dua kali. Jika sudah dilakukan perpanjangan dan calonnya tetap satu orang, maka tetap dilanjutkan dengan melawan kotak kosong,” terang Hambali.
Baca Juga: Jumat Keliling Masjid, Kapolresta Loteng Imbau Warga Jaga Kondusivitas Pasca Pilkades
Terkait Desa Jantuk yang belum memiliki pendaftar, sebenarnya, kata dia, sudah ada dua bakal calon kades yang siap mendaftar. Hanya saja, keduanya masih saling menunggu untuk mendaftar sehingga sampai penutupan belum ada yang mendaftar.
“InsyaAllah tidak akan kosong, informasinya, dua orang yang akan mendaftar,” jelasnya.
Selain itu, terdapat 16 desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon. Namun, saat ini panitia tingkat desa masih melaksanakan tahapan verifikasi berkas persyaratan untuk menentukan calon yang bisa maju ke tahap berikutnya.
Jika semua calon dinyatakan lulus administrasi, akan ada tes tulis sebagai tes tambahan. Pemeringkatan juga dilakukan dengan melihat jenjang pendidikan hingga pengalaman kerja.
“Nanti dilakukan verifikasi dulu, bisa saja dari enam ini, yang lolos verifikasi hanya 5 atau 3 orang. Setelah verifikasi selesai baru kita lihat desa mana yang akan melakukan tes tambahan,” katanya.
Sementara itu, Sekda Lotim M Juaini Taofik menambahkan, total bakal calon kades yang telah mendaftar sebanyak 594 orang dari 157 desa yang akan mengikuti Pilkades. Jumlah ini menunjukkan animo masyarakat untuk mendaftar sebagai kades masih tinggi.
“Animo masyarakat untuk menjadi calon kepala desa masih bagus. Banyak anggapan di masyarakat, animo masyarakat di Pilkades sekarang ini akan turun karena dana desa dipotong, tapi faktanya tidak,” terang Juaini.
Tingginya animo masyarakat terhadap Pilkades ini juga terlihat dari banyaknya bakal calon kades yang diantarkan atau diarak masing-masing pendukung untuk menyerahkan dokumen persyaratan saat mendaftar.
Selain itu, ia juga melihat animo generasi muda untuk ikut andil dalam kontestasi politik tingkat desa ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya bakal calon kades berusia di bawah 40 tahun yang ikut mendaftar.
“Kalau dulu kan orang-orang tua saja yang mencalonkan diri menjadi kepala desa, tapi sekarang anak-anak muda juga banyak yang mencalonkan diri,” jelasnya.
Dia menekankan agar masyarakat dapat menjalani Pilkades dengan riang gembira, tidak terlalu tegang, serta menjaga kondusivitas wilayah masing-masing. Perbedaan dalam pemilihan selalu ada dan merupakan hal yang biasa terjadi.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post