Mutu SMP Negeri dan Swasta Masih Timpang

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 07:22 WIB
SCHOOL CLUSTER: Kepala Bidang SMP Dikbud Lombok Timur mengukuhkan pengurus school cluster Labuhan Haji di SMPN 1 Labuhan Haji.
SCHOOL CLUSTER: Kepala Bidang SMP Dikbud Lombok Timur mengukuhkan pengurus school cluster Labuhan Haji di SMPN 1 Labuhan Haji.

 

LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) membentuk school cluster (klaster sekolah) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembentukan klaster ini bertujuan memeratakan kualitas Pendidikan antara sekolah swasta dan negeri.

“Tujuan lain untuk pembentukan klaster ini untuk membangun kolaborasi antar sekolah guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,” terang Kepala Bidang SMP Dikbud Lotim Samsul Wajdi, Senin (2/11).

Kata dia, pembentukan klaster sekolah ini dilatarbelakangi hasil rapor mutu pendidikan Lotim tahun 2025 yang menunjukkan kesenjangan cukup tinggi, mencapai 44,7 persen antara sekolah swasta dan negeri.

Baca Juga: Gubernur Iqbal: Sekolah Rakyat Dorong Pemerataan Pendidikan, Tak Boleh Ada yang Tertinggal

Dengan adanya klaster sekolah ini, semua sekolah bisa berkolaborasi dan menularkan praktik baik antarsekolah di masing-masing kecamatan atau klaster. Dengan begitu, rapor mutu pendidikan diharapkan bisa lebih baik lagi.

“Kita menyadari bahwa untuk menangani sekolah di Lotim itu tidak mudah, karena khusus SMP itu ada 305 sekolah dan sebagian besar sekolah swasta,” terangnya.

Diakui, selama ini infrastruktur maupun kompetensi ketenagakerjaan di sekolah swasta masih kurang. Dengan tergabungnya semua sekolah dalam satu klaster, diharapkan sekolah negeri dan swasta bisa saling menguntungkan.

Baca Juga: 140 Ijazah Alumni SMAN 3 Mataram Belum Diambil, Sekolah Gandeng 30 Kelurahan

Dicontohkan, sekolah swasta yang belum memiliki laboratorium IPA atau komputer bisa bekerja sama dengan sekolah negeri yang sudah memiliki sarana dan prasarana lengkap. Begitu pula dengan program baik lainnya.

“Kita harap klaster ini ada semacam simbiosis mutualisme antar sekolah,” katanya.

Program klaster ini merupakan program baru dari Dikbud Lotim. Sejauh ini, baru beberapa kecamatan yang sudah melakukan pengukuhan pengurus. Kendati demikian, beberapa klaster yang telah terbentuk sudah menjalankan berbagai program peningkatan mutu pendidikan dengan menghadirkan NGO.

Baca Juga: 100 Mahasiswa Unram Terima Beasiswa Kelapa 2026, Rektor: Jangan Putus Sekolah karena Biaya

“Sebelumnya memang sudah ada komunitas, yakni MKKS swasta, ada MKKS negeri, tapi ini belum optimal,” tutupnya.

Kepala UPTD Dikbud Labuhan Haji Rasyidi menambahkan, program klaster sekolah jenjang SMP ini dinilai sangat positif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Lotim.

“Kehadiran kluster sekolah ini kami harapkan dapat mencapai tujuan optimal dalam kemajuan pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Sukses Digelar, 260 Pelajar dari 68 Sekolah Ikuti SMARSI Competition 2026

Dijelaskan, konsep klaster ini mirip dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di tingkat kabupaten, tetapi dikhususkan dalam bentuk gugus atau klaster pada tingkat kecamatan untuk jenjang SMP.

“Kita di Labuhan Haji jumlah sekolah yang tergabung sebanyak 9 sekolah, terdiri dari 5 sekolah swasta dan 4 sekolah negeri,” tandasnya. (par/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
kluster sekolah Sekolah Labuhan Haji smp Lotim