Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LSF 2025 Angkat Produk Lokal NTB, PKK NTB Kawal UMKM Busana Muslim dan Ekonomi Syariah

Alfian Yusni • Kamis, 22 Mei 2025 | 11:13 WIB

 

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menyambut positif pelaksanaan LSF 2025. (Foto: Pemprov NTB)
Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menyambut positif pelaksanaan LSF 2025. (Foto: Pemprov NTB)

LombokPost - LSF 2025 atau Lombok Sharia Festival kembali digelar dan siap menjadi etalase produk unggulan NTB.

Event tahunan yang mengangkat potensi ekonomi syariah dan busana muslim ini akan berlangsung pada 7–9 Juni 2025 di Lombok Epicentrum Mall.

LSF 2025 mengusung tema Crafting Futures with Sharia Economy dan menjadi ruang promosi UMKM NTB, khususnya sektor busana muslim berbasis budaya lokal.

LSF 2025 merupakan hasil kolaborasi Hijabersmom Community Indonesia Cabang Lombok bersama Bank Indonesia (BI) NTB.

Festival ini masuk dalam kalender resmi event Kota Mataram dan setiap tahunnya menampilkan karya desainer nasional, produk lokal unggulan, serta edukasi ekonomi syariah.

Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menyambut positif pelaksanaan LSF 2025 dan menegaskan pentingnya pendampingan penuh bagi pelaku UMKM.

“LSF 2025 bukan hanya pameran, tapi juga wadah pembinaan agar produk kita tidak kalah saing dengan industri besar,” terang Sinta.

Menurutnya, LSF 2025 menjadi momentum untuk memperkenalkan produk unggulan dari Pulau Sumbawa dan memperbaiki kualitas produk Pulau Lombok.

Ia meminta agar pelaku UMKM dibina dari pra-produksi hingga pasca-produksi, termasuk dalam pemilihan bahan, desain, warna, dan penetapan harga agar sesuai dengan kebutuhan pasar syariah yang terus tumbuh.

Sinta juga berharap agar LSF 2025 mampu memunculkan variasi produk baru agar tidak monoton dan selalu segar setiap tahun. “Kita harus bisa tampil beda dan punya standar industri. Itu yang akan mendorong UMKM kita naik kelas,” tambahnya.

Kepala BI NTB menyebut, LSF 2025 merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah daerah. Festival ini mendekatkan masyarakat dengan industri halal, literasi keuangan syariah, dan pelaku kreatif lokal yang terus tumbuh.

Dengan dukungan PKK NTB, Dekranasda, BI NTB, serta komunitas seperti Hijabersmom, LSF 2025 diharapkan bisa mempercepat lahirnya pelaku UMKM baru dan meningkatkan daya saing produk NTB, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

LSF 2025 menandai langkah nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, sekaligus mengukuhkan NTB sebagai pusat industri kreatif dan busana muslim berbasis budaya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#UMKM #dekranasda #Lombok Sharia Festival 2025 #LSF 2025 #NTB