Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewi Anjani, Penjaga Alam dalam Legenda Gunung Rinjani yang Sarat Kearifan Lokal

Nurul Hidayati • Jumat, 13 Juni 2025 | 05:07 WIB
DESTINASI UNGGULAN: Selama puncak musim hujan, enam jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup, sebagai upaya meminimalisir risiko dan korban jiwa.
DESTINASI UNGGULAN: Selama puncak musim hujan, enam jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup, sebagai upaya meminimalisir risiko dan korban jiwa.

LombokPost – Indonesia kaya akan warisan legenda, dan salah satu yang paling memukau adalah kisah Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gunung Rinjani di Pulau Lombok menjulang setinggi 3.726 meter diatas permukaan laut (12.224 kaki).

Gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini bukan sekadar keajaiban alam, tetapi juga menyimpan narasi mendalam tentang Dewi Anjani, seorang putri cantik yang diyakini sebagai penjaga alam dan manifestasi dari gunung itu sendiri.

Menurut legenda yang beredar, Gunung Rinjani terbentuk dari kisah Dewi Anjani, seorang putri jelita dari kerajaan di sekitar Rinjani yang terkenal sangat penyayang alam.

Suatu ketika, Dewi Anjani memutuskan untuk bermeditasi di puncak gunung. Dalam proses meditasinya, ia merasakan kedekatan yang luar biasa dengan alam dan akhirnya memilih untuk menyatu dengannya, sehingga lahirlah Gunung Rinjani sebagai wujud fisik dari Dewi Anjani.

Versi lain dari legenda ini mengisahkan tentang seorang raja yang memohon perlindungan para dewa untuk rakyatnya dari bencana alam.

Sebagai respons atas doa tersebut, para dewa menciptakan Gunung Rinjani sebagai benteng alami, yang berfungsi melindungi pulau dari berbagai malapetaka.

Legenda Gunung Rinjani sangat menggambarkan esensi hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Syarat akan kearifan lokal dan penghormatan terhadap alam. Dalam tradisi masyarakat Sasak, penghormatan terhadap Gunung Rinjani diwujudkan melalui upacara adat "Mulang Pekelem."

Upacara ini bertujuan untuk menghormati roh leluhur yang diyakini bersemayam di gunung, sekaligus menjaga keseimbangan alam.

Sebelum melakukan pendakian, para pendaki juga melaksanakan upacara "Ngayu-Ayu" untuk meminta izin dan restu dari roh penjaga gunung demi kelancaran dan keamanan perjalanan.

Legenda ini juga menekankan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rasa hormat kepada leluhur, dan pentingnya menjaga lingkungan.

Masyarakat Sasak meyakini merusak alam dapat mendatangkan malapetaka, sehingga mereka sangat menjaga kelestarian lingkungan sekitar Rinjani.

Hal ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka dalam menjaga keseimbangan alam.

Selain sarat nilai budaya, legenda Gunung Rinjani juga menyoroti peran sentral alam dalam kehidupan masyarakat Sasak.

Gunung Rinjani adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani, yang menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna langka.

Adanya legenda ini secara tidak langsung mendorong masyarakat setempat untuk senantiasa menjaga kelestarian taman nasional tersebut.

NIKMATI ALAM: Seorang pendaki sedang menikmati pemandangan di atas puncak Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu. (ist)
NIKMATI ALAM: Seorang pendaki sedang menikmati pemandangan di atas puncak Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu. (ist)

Legenda ini juga mengajarkan untuk menghormati alam dan memahami tanggung jawab besar manusia dalam menjaga lingkungan.

Masyarakat Sasak percaya merusak alam akan membawa kesulitan dan malapetaka. Oleh karena itu, menjaga alam bukan hanya kewajiban, melainkan juga warisan budaya yang harus terus dilestarikan.

Mengenal legenda seperti Gunung Rinjani memberikan wawasan mendalam tentang signifikansi budaya dan kearifan lokal.

Legenda ini bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga mengandung pesan moral tentang bagaimana cara hidup yang baik, menghormati alam, dan menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.

Dengan memahami dan mengaplikasikan pesan-pesan ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi pribadi yang bijaksana dan peduli terhadap lingkungan serta kekayaan budaya Indonesia.

Mari bersama menjaga alam dan tradisi, seperti yang diajarkan dalam legenda Gunung Rinjani, agar keindahan dan kearifan lokal ini tetap abadi.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kearifan lokal #legenda #Gunung Rinjani #Dewi Anjani #Bencana alam