Mengusung tema besar “Mandalika Wonderful Indonesia” yang ditopang empat pilar utama, Culture, Nature, Unique, dan Beauty, MIF 2026 mempertegas posisinya bukan sekadar ajang hiburan visual, melainkan sebuah ruang kolaborasi strategis kelas dunia.
Direktur Mandalika International Festival, Sirajuddin, menegaskan bahwa MIF dirancang sebagai platform sosial yang inklusif, komunikatif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Intip Keseruan Talent MIF Unjuk Gigi di Hobicon 2026, Ada Apa Saja?
"MIF bukan lembaga bisnis, melainkan lembaga kolaboratif dan networking. Kami merancang MIF sebagai 'rumah besar' bagi media, seniman, akademisi, ilmuwan, hingga mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan menampilkan potensi terbaik mereka ke panggung dunia," ujar Sirajudin saat konferensi pers di Mataram, Rabu (12/8/2026).
Penyelenggaraan MIF 2026 digawangi oleh Mandalika International Festival Event Management bekerja sama dengan PT Kurnia Indonesia Senyum Indah, serta disokong penuh oleh jajaran Dewan Pembina yang terdiri dari Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, Kadispar NTB, dan Direktur Poltekpar Lombok.
Ajang ini juga menjadi bagian dari momen pengungkit untuk menyambut perhelatan Balap MotoGP, HUT NTB, serta HUT Kabupaten Lombok Tengah. Hingga pertengahan Agustus ini, persiapan teknis maupun konseptual dilaporkan telah mencapai 70 persen.
Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, MIF 2026 membawa wajah baru dengan menyuntikkan elemen pengetahuan, sains, dan teknologi (Knowledge, Science, and Technology).
Beberapa program terobosan yang siap disajikan antara lain APIEM International Event Course & Certification yang memberikan Sertifikasi manajemen acara tingkat internasional hasil kolaborasi dengan Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM) dan Kemenparekraf.
Lalu International Conference & Call for Papers (23 Oktober) berupa konferensi akademik bertema sustainability development yang terintegrasi langsung dengan jurnal terindeks Scopus (Q3 & Q4) bekerja sama dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Ada lagi Robotic Show atau pertunjukan edukatif atraktif yang memboyong tim robotik asal Surabaya untuk bertanding bola basket di panggung utama.
Dan International Planning Conference Competition berupa kompetisi desain konferensi antar-mahasiswa global, di mana rancangan pemenang akan dijadikan cetak biru (blueprint) resmi MIF 2027.
Berbekal rekam jejak sukses edisi terdahulu, pihak penyelenggara mematok target ambisius, yakni 20.000 pengunjung atau naik 100% dari tahun sebelumnya, 1,5 Juta Owned Social Impressions & 750.000 Short-form Video Views, serta 50.000 kunjungan landing page dan 60 media coverage points.
Selain agenda akademik, ekspresi seni tetap mendapat panggung utama melalui empat bidang kompetisi yaitu Conference, Mandalika Song, Mandalika Dance, dan Mandalika Fashion.
Karya-karya terbaik (Best 3) dari tiap kategori berhak tampil secara live pada panggung megah Mandalika Grand Show tanggal 24 Oktober 2026, bersanding dengan atraksi kolosal khas NTB seperti Gendang Beleq, Peresean, dan Tari Mandalika.
MIF 2026 berkomitmen memastikan dampaknya terdistribusi langsung ke masyarakat bawah. Melalui program Mandalika and Sumbawa Tour, hasil kolaborasi dengan biro perjalanan East Regional Group Surabaya, wisatawan difasilitasi akses gratis ke festival dengan komitmen mengunjungi destinasi dan desa wisata lokal seperti Desa Sukarara dan Desa Sade.
Di lokasi acara, deretan booth UMKM kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga area business matching disiapkan khusus untuk mendorong produk lokal menembus pasar global.
"Prinsip kami jelas, memperkuat bisnis lokal seperti UMKM, hotel, dan restoran agar mampu melahirkan produk daerah yang bersaing secara global," tutup Sirajudin optimis.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan