Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kiper Asal NTB Dipanggil Seleksi Timnas U-15

Administrator • Senin, 11 Maret 2019 | 09:45 WIB
DIPANGGIL SELEKSI TIMNAS: Kiper Neo Selaparang  Raka Octa Bernanda menepis tendangan saat latihan, beberapa waktu lalu. Raka dipanggil mengikuti seleksi timnas pelajar U-15.
DIPANGGIL SELEKSI TIMNAS: Kiper Neo Selaparang Raka Octa Bernanda menepis tendangan saat latihan, beberapa waktu lalu. Raka dipanggil mengikuti seleksi timnas pelajar U-15.

MATARAM-Pembinaan pemain di Sekolah Sepak Bola (SSB) di NTB mulai terlihat hasilnya. Dua kiper binaan tim Neo Selaparang dipanggil mengikuti seleksi tim nasional (Timnas) Pelajar U-15. Yaitu, Raka Octa Bernanda dan Nauval Sulthan Faiz Yusuf. Timnas pelajar U-15 mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan sepak bola di Portugal, 1-7 Juli mendatang.


Raka dan Nauval dipanggil seleksi oleh Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) secara terpisah. Raka dipanggil 4 Maret lalu berdasarkan surat nomor 019/Man/TP.U15/II-2019. Selang dua hari, Nauval dipanggil mengikuti seleksi melalui surat nomor 117/Sek/Blispi/III-2019.


Manajer klub Neo Selaparang M Jaelan mengatakan, keduanya dipanggil berkat aksi gemilangnya mengikuti Piala Kemenpora tahun lalu. Gawang Neo Selaparang hanya kebobolan dua gol selama mengikuti kejuaraan tersebut. ”Kiper utama kita Raka. Dan Nauval menjadi kiper cadangan,” kata Jaelan kepada Lombok Post, kemarin (10/3).


Dua kebobolan itu saat dikawal Nauval. Selama dikawal Raka, gawang tim Neo Selaparang tak pernah kebobolan. ”Kebobolannya hanya dua gol,” bebernya.


Kendati demikian, Nauval mendapatkan kesempatan untuk bersaing dengan kiper dari provinsi lainnya. Karena, dianggap masih produktif menjaga gawang selama perhelatan Piala Kemenpora.


Jaelan menerangkan, Raka dan Nauval dipanggil mengikuti seleksi bersama tujuh kiper lainnya. Yakni, Daffa Fasha Sumanjaya dan Rosky Agung Pratama asal Jawa Barat, Dimas Almaja Putra, Aang Saputra, dan Surya dari Banten. Ditambah lagi Arca Fasha dari Sumatera Utara dan Dino Mulya Putra dari Sumatera Barat.


Dijadwalkan, mereka harus tiba di lokasi seleksi hari ini. Bertempat di Green Lake View Apartemen, Ciputat, Tangerang Selatan. ”Kalau terplih mereka akan TC selama tiga bulan di Bandung 15-24 Maret,” jelasnya.


Raka dan Nauval memiliki kans menjaga gawang timnas muda. Karena, keduanya tampil apik dan minim kebobolan. ”Dari delapan pertandingan mereka banyak menyelamatkan gawang tim NTB Kita hanya kebobolan saat menghadapi Jawa Barat dan Papua,” ujarnya.


Dia berharap, Raka dan Nauval dapat bersandingan mengawal gawang timnas di kejuaraan internasional. Jika itu terjadi, peristiwa itu menjadi sejarah baru di Bumi Gora. ”Itu pertama kali terjadi penjaga gawang NTB berjersey timnas,” kata Jaelan penuh harap.



Nauval Tak Diizinkan Orang Tua


Setelah last minute keberangkatan, Nauval tak berangkat. Alasannya, tak diizinkan orang tua. “Saya tidak tahu alasan orang tua tak memberikan izin,” kata Jaelan.


Karena, tugas dari klub hanya membina dan mengantarkan para pemain untuk menunjukkan kemampuannya. Baik di tingkat daerah maupun nasional. ”Kalau persoalan izin itu wewenang orang tuanya. Tidak bisa kita ganggu gugat,” ujarnya.


Tetapi, melihat persoalan itu, Neo Selaparang kecewa. Karena, pelatih dan manajemen sudah berjuang mendidik, membina hingga dipanggil seleksi timnas. ”Kalau kita dari klub menginginkan Nauval bisa menjadi penjaga gawang timnas,” ungkapnya.


Namun, pihak keluarga pasti juga memiliki alasan sehingga tak memberikan izin.”Kita hargai juga keputusan pihak keluarga,” ucapnya. Sementara itu, ibunda Nauval yang dikonfirmasi via telepone tidak memberikan penjelasan mendetail terkait tak diberikannya izin mengikuti seleksi. “Pihak klub saja yang menjelaskan,” kata Ibunda Nauval.


Ketika ditanya ulang, ibundanya tetap saja tak ingin membeberkan alasan. ”Sudah ya, Nauval sudah siap-siap nih, Noval mau bertanding di GOR,” tutup ibundanya dengan suara terburu-buru dan menutup telepon. (arl/r10)


Editor : Administrator
#Sportivo